0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Pelaku Usaha Domestik Tak Paham Antidumping

Solo – Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) mencatat hingga kini masih banyak kalangan pelaku usaha domestik yang tak memahami antidumping. Padahal, instrumen ini sangat penting untuk melindungi industrinya dari persaingan perdagangan yang tidak adil.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua KADI, Joko Wiyono, dumping menjadi ancaman serius bagi produk domestik. Namun masih banyak pelaku usaha yang tak memahami adanya instrumen antidumping untuk melindungi produk mereka.

“Masih banyak pelaku usaha dalam negeri yang mungkin sewaktu-waktu atau sudah terkena dampak adanya barang impor yang mengandung dumping, namun mereka nggak ngeh kalau ada suatu instrumen yang melindungi mereka,” ujarnya, belum lama ini.

Instrumen antidumping sejauh ini memang belum dikenal secara mendalam oleh kalangan pelaku usaha domestik. Banyak di antara pelaku industri yang tidak tahu persis bagaimana teknis pengajuan permohonan penyelidikan.

Padahal, menurut Joko Wiyono, syarat utama proses penyelidikan adalah adanya permohonan dari pelaku industri dalam negeri. Masih minimnya pengetahuan pelaku usaha atas tindakan antidumping ini, tidak lepas dari pemberlakuan instrumen tersebut yang belum lama di Indonesia. Tindakan antidumping di Tanah Air baru diimplementasikan pada 1996 silam.

Antidumping ini masih baru di kita. Tindakan antidumping di Indonesia baru dilaksanakan pada 1996. Oleh sebab itu, kami terus melakukan sosialisasi masuk ke sentra-sentra industri,” kata dia.

Dumping sendiri merupakan suatu bentuk diskriminasi harga internasional yang dilakukan perusahaan atau negara pengekspor. Dalam hal ini dengan cara menjual produk lebih murah di pasar luar negeri ketimbang di dalam negeri.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge