0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alasan untuk Investasi, Warga Semarang Tipu Ratusan Juta

(Ilustrasi) Uang. (Dok:Timlo.net/Ranu)

Sragen —  Agus Riyanto (48) awalnya tidak menyangka kalau bisnis investasi yang dia lakukan akan berbuah pahit. Warga Jalan Sere RT 01, Panjang, Laweyan, Solo ini bukannya menikmati hasil dari bisnis tersebut, tetapi malah kehilangan uang sebesar Rp 110.000.000 yang semula dijadikan sebagai modal awal bisnis investasi.

Agus tidak sendirian, dua orang temannya Samsul Efendi (49) dan Toto Hariyanto (41), keduanya warga Desa Jetak, Sidoharjo juga mengalami nasib sama. Mereka telah ditipu dan dibohongi mentah-mentah oleh Fauzan (41) warga Bukit Sari, Asabri Blok A RT 12, Mijen, Semarang.

Penipuan berkedok investasi tersebut berawal ketika pada Rabu 30 Oktober 2012 lalu, Agus, Samsul dan Toto diajak kerja sama oleh Fauzan untuk berinvestasi pada perdagangan valas. Kepada ketiga korban tersebut Fauzan menjanjikan bakal mendapat profit atau keuntungan sebesar 20 persen setiap bulannya dengan jangka waktu 6 bulan.

Namun, setelah ditunggu hampir 10 bulan lamanya ternyata bisnis investasi yang mereka jalani tidak ada kabarnya sama sekali, demikian pula dengan keuntungan yang harus mereka nikmati. Padahal masing-masing korban telah menyetorkan modal puluhan juta kepada Fauzan. Agus Riyanto sendiri telah menyetor sebanyak Rp 110.000.000, kemudian Samsul Efendi Rp 121.000.000 dan Toto Hariyanto menyetor Rp 70.000.000.

Ketika korban mencoba menghubungi Fauzan diperoleh keterangan bahwa modal yang mereka setorkan tidak bisa dikembalikan dengan alasan perusahaan bangkrut. Atas kejadian tersebut kemudian ketiga korban melapor ke Polres Sragen dengan tuduhan Fauzan telah melakukan penipuan dan atau penggelapan.

Kasubag Humas Polres Sragen, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, membenarkan adanya laporan tindak penipuan dan atau penggelapan yang diterima Polres Sragen, Rabu (11/9).

“Kasus tersebut masih dalam penyelidikan kami. Para korban melapor mereka telah jadi korban penipuan berkedok investasi. Ini masih kami dalami,” kata Sri Wahyuni.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge