0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bursa Efek Indonesia Incar Pelajar Berinvestasi di Pasar Modal

Saham Anjlok. (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat masyarakat Indonesia masih nyaman menyimpan dana investasinya melalui deposito atau tabungan. Padahal, banyak produk-produk menarik yang bisa menjadi pilihan bagi investor domestik atau asing di bursa saham.

Kondisi ini pada akhirnya mempengaruhi pasar keuangan dalam sistem perekonomian nasional. Otoritas bursa melihat, seharusnya Indonesia bisa mencontoh Amerika Serikat.

“Seperti Amerika, masyarakatnya mencari dana bukan dari bank tapi pasar modal, Indonesia seharusnya bisa mengikutinya,” ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito saat acara HSBC “Proudly present Wealth Discovery” di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut Ito, agar bisa mencontoh Amerika, pihaknya terus meningkatkan edukasi pasar modal ke seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar hingga mahasiswa.

“Pendidikan investasi Indonesia menjadi penting terutama pasar modal. Kita kan juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional agar memasukkan pendidikan pasar modal di dalam kurikulum,” jelasnya.

Merujuk data BEI di tahun 2012, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia menyimpan dananya di bank. Sedangkan sisanya melarikan ke capital market. Ini artinya angka tersebut masih relatif kecil.

“Negara maju alokasi ke pasar modal itu di atas 50 persen ke capital market,” ungkap dia.

Ito menginginkan masyarakat Indonesia dapat lebih memahami seluk beluk investasi di pasar modal. Salah satunya karena faktor risiko. Dia menegaskan bahwa risiko investasi di deposito dan bank relatif lebih tinggi dibanding berinvestasi di pasar saham.

“Pinjaman bank terbentuk BMPK (Batas minum pemberian kredit) sedangkan di BEI investasi langsung ke fund manager,” tutupnya. [noe]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge