0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Tempe di Solo Naik, Kadiskop UMKM Anggap Wajar

Usaha pembuatan tempe (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Solo —  Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo menilai harga tempe di pasaran pantas naik di tengah melambungnya harga kedelai impor.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM setempat, Nur Haryani, menganggap wajar jika perajin tempe harus menaikkan harga jual. Hal itu sebagai kompensasi atas kenaikan harga kedelai impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD), belakangan ini.

“Perajin (tempe) jangan rugi. Harga sedikit dinaikkan atau ukurannya yang harus dikurangi. Itu yang harus dimaklumi masyarakat kita,” tandasnya, ketika ditemui wartawan, di sela-sela acara Sosialisasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Perkoperasian, di Novotel, Kamis (12/9).

Dengan harga yang lebih tinggi, sambung Nurharyani, konsekwensinya kualitas tempe yang dipasarkan juga harus lebih baik. Selain dari segi rasa, kemasannya juga dibuat lebih menarik.

“Manakala tempe ini menjadi bagus dan mampu berdaya saing, manakala itu enak dan kita mampu beli ya tetap terbeli. Ini kan masih jadi kebutuhan pokok,” ucapnya.

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo sendiri siap memfasilitasi pelatihan peningkatan keterampilan bagi perajin tempe. Dengan harapan, komoditas tempe yang dihasilkan perajin semakin berkualitas dan lebih bisa diterima pasar.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge