0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Djono Raih Doktor UNS ke 85 dengan Predikat Cumlaude

Djono, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat mempertahankan disertasinya (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Djono berhasil meraih gelar doktor UNS ke 85 dengan predikat cumlaude atau nilai 3,77.

Di depan Dewan Penguji, Djono menyatakan bahwa kondisi bahan ajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI IPS masih konvensional. Substansi materi bahan ajar disusun berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) dari kurikulum nasional dimana materi itu sudah dipelajari pada jenjang pendidikan di bawahnya. Materi Sejarah belum ada pengembangan dan pengayaan oleh guru.

“Kondisi ini menyebabkan materi Sejarah yang diajarkan di SMA didominasi oleh sejarah politik nasional,” jelas Djono di Ruang Sidang Senat UNS, Kampus Kentingan, Jebres, Solo, Kamis (12/9).

Djono berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Berbasis Muatan Lokal Dengan Pendekatan SOI Dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia Kelas XI SMA di Surakarta”.

Kondisi bahan ajar yang konvensional, menurut Djono, membuat pelajaran Sejarah menjadi kurang diminati oleh peserta didik, sehingga berdampak pada tidak tercapainya tujuan pembelajaran sejarah, yaitu menanamkan nilai-nilai dan makna peristiwa sejarah dan nilai-nilai nasionalisme dan patriotism bagi peserta didik.

“Belajar sejarah itu penting karena dapat menyikapi masa sekarang dan menentukan arah masa yang akan datang. Namun agar pembelajaran Sejarah dapat mencapai tujuannya maka diperlukan strategi yang dapat menarik perhatian peserta didik,” jelasnya.

Sementara untuk mempermudah peserta didik dalam mempelajari materi Sejarah, menurut Djono, dapat dilakukan dengan pendekatan SOI (selecting, organizing, integrating).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge