0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

15 Grup Orkes Keroncong bakal Gayengkan SKF 2013

Wakil Ketua Hamkri Cabang Kota Solo, Warsono (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sebanyak 15 grup Orkes Keroncong (OK) dari berbagai daerah di Indonesia akan memeriahkan even Solo Keroncong Festival (SKF) 2013 di Halaman Balaikota Surakarta pada tanggal 12-14 September nanti. Even yang menjadi salah satu barometer perkembangan musik keroncong di Indonesia tersebut juga akan menghadirkan sejumlah artis, baik dari Solo maupun luar Kota Solo.

Wakil Ketua Hamkri Cabang Kota Solo, Warsono mengungkapkan jumlah tersebut sudah positif akan tampil dalam gelaran yang diadakan tiap tahun oleh Pemkot Surakarta. Terkait penampilan yang akan mereka sajikan, tiap kelompok OK akan diberikan waktu membawakan empat buah lagu. Lagu tersebut dibagi menjadi dua kategori yakni keroncong asli dan aransemen lagu keroncong sesuai kreasi dari kelompok OK tersebut.

“Kita berikan mereka kesempatan membawakan empat buah lagu. Dua lagu sesuai dengan keroncong asli, sisanya boleh mereka kreasi sesauai dengan ciri dan khas kelompok yang mereka dirikan,” terang Warsono di Disbudpar Solo, Rabu (11/9) siang.

Diungkapkan Warsono, Kota Solo memiliki daya tarik tersendiri dalam hal penyelenggaraan even musik keroncong. Sehingga, kelompok OK keroncong selalu kebanjiran peserta saat diadakannya even tersebut. Tak tanggung-tanggung sejumlah grup OK dari sejumlah kota besar dan memiliki nama besar ikut terlibat dalam even tersebut. Seperti, OK D’ Sixty Nine (Cilacap), OK Pesona Dewata (Bali), OK Pesona Jiwa (Jakarta), OK Lapseg (Sumatera Barat) dan masih banyak yang lain.

Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya untuk menarik sekaligus menyuguhkan sebuah tontonan yang kreatif. Dikarenakan, pecinta keroncong tak hanya kalangan lanjut usia saja melainkan anak muda yang mulai bereksplorasi mengolah musik keroncong kedalam aliran musik yang mereka gemari.

“Mau tak mau musik keroncong ini harus bertransformasi tanpa harus meninggalkan wujud asli sebagai musik perjuangan dari bangsa Indonesia,” papar Warsono.

Ia berharap, melalui gelaran SKF yang menginjak kali kelima ini, musik keroncong dapat diapresiasi lebih oleh masyarakat. Pasalnya, kebanyakan pegiat musik keroncong adalah dari generasi tua. Dirinya ingin merangkul kalangan muda untuk bersama-sama melestarikan musik warisan budaya bangsa tersebut.

“Jika kalangan muda tidak dilibatkan, maka generasi musik keroncong akan mati ditangan kita. Namun, dengan keikutsertaan mereka (kalangan muda) pastinya akan menambah warna tersendiri bagi musik warisan bangsa Indonesia itu,” ungkap Warsono.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge