0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SKF 2013 Hadirkan Modifikasi Genre Musik Keroncong

OK Orchestra De Temasik asal Singapura tampil di SKF 2012 (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Sudah sejak lama Kota Solo dikenal sebagai Kota Keroncong. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kelompok Orkes Keroncong (OK) yang tumbuh subur di setiap kelurahan di Kota Solo. Meski begitu, tanpa adanya inovasi dan sentuhan musik modern yang berkembang saat ini lambat laun genre keroncong yang diusung tersebut akan ditinggalkan oleh kaum muda.

Berawal dari itu, penggiat musik keroncong Kota Solo yang tergabung dalam Himpunan Artis Keroncong Republik Indonesia (Hamkri) Cabang Solo ingin mengusung kolaborasi antara musik keroncong konvensional dengan aliran musik keroncong modern dalam even Solo Keroncong Festival (SKF) 2013 kali ini.

Even yang akan diadakan tanggal, 13-14 September di halaman Balaikota Surakarta itu tak hanya menampilkan musik keroncong yang sesuai pakem semata. Melainkan dikawinkan dengan musik keroncong modern yang lebih digandrungi oleh kawula muda.

“Untuk SKF 2013 kali ini, sangat berbeda dengan SKF sebelumnya yang digelar. Kita ingin melakukan sebuah gebrakan sekaligus menarik minat kawula muda untuk mencintai keroncong. Namun, untuk menghasilkan hal itu kita harus keluar dari pakem keroncong yang telah ada,” tutur Wakil Ketua Hamkri Cabang Solo, Warsono dalam jumpa pers di Disbudpar Kota Surakarta, Rabu (11/9) siang.

Dijelaskan, even kali ini memberikan ruang kepada kelompok OK anak muda untuk mengeksplorasi sajian musik keroncong sesuai dengan yang mereka inginkan. Meski bergitu dirinya memberi catatan, meski dalam kemasan musik berbeda namun penonton harus merasa bahwa yang mereka tampilkan tersebut merupakan sebuah musik keroncong. Hanya saja dalam bentuk yang berbeda, namun tetap memiliki rasa dan cita rasa musik khas keroncong.

“Penonton musik keroncong sudah tahu, saat mendengar lantunan syair maupun irama musiknya, meski dalam kemasan musik keroncong yang beda,” terangnya.

Saat ditanya tentang perbedaan genre keroncong yang akan diusung dalam SKF 2013, menurut Warsono, dirinya ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari gelran sebelumnya. Mengingat, SKF 2013 ini merupakan kali kelima gelaran even yang sarat akan pelestarian musik keroncong sebagai musik identitas bangsa Indonesia.

“Perbedaan bukanlan menjadi penghalang dalam berkreativitas. Melainkan akan menjadi bentuk sajian yang berbeda yang kita tawarkan dalam SKF ini,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge