0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usai Mogok 3 Hari, Perajin Tahu Jatinom Kembali Berproduksi

Pedagang tahu (dok.timlo.net/rori)

Klaten —  Aksi mogok produksi yang dilakukan para perajin tahu dan tempe disejumlah wilayah di Indonesia sebagai bentuk protes kepada pemerintah akibat tingginya harga kedelai, akhirnya berakhir. Joko Bagiyanto, salah satu perajin tahu di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom yang sebelumnya ikut mogok, Rabu (11/9) mulai berproduksi lagi untuk memenuhi permintaan para pelanggan yang sudah 3 hari ini sempat tidak dilayani.

Hanya saja, jumlah produksi tahu masih terbatas, hanya untuk memenuhi permintaan sejumlah pelanggan tetap saja. “Sehari rata-rata kami produksi tahu sekitar 100 kg kedelai saja untuk menyediakan para pelangan tetap yang sudah ada, jika ada pelanggan baru yang datang sementara tidak kita beri,” ungkap Joko Bagiyanto kepada Timlo.net.

Sedangkan untuk mengatasi kerugian akibat tingginya harga kedelai impor yang saat ini mencapai lebih dari Rp 10.000/Kg, saat ini perajin tahu juga menggunakan kedelai lokal yang harganya lebih rendah sekitar Rp 9.000/Kg dengan cara dicampur. “Campuran antara kedelai lokal dan kedelai impor 1 : 1 atau separo kedelai impor dan separo kedelai lokal,” tambah Joko Bagiyanto.

Selain itu, ukuran tahu juga tetap diperkecil dari biasanya agar kerugian akibat tingginya harga kedelai bisa teratasi. Sedangkan tahu produksi hari Rabu (11/9) ini rencananya baru akan dijual hari Kamis (12/9), karena aksi mogok produksi tahu sesuai kesepakatan dilakukan sejak hari Senin hingga Rabu (10-12/9).

Perajin tahu berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi gejolak harga kedelai yang terus merangkak naik. Kalau harga kedelai masih tidak stabil, para perajin tahu mengancam akan kembali melakukan aksi mogok produksi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge