0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Audit Pasar Soekarno dari UNS dan UNDIP Berbeda

(Ilustrasi) Proyek Pembangunan Pasar Ir Soekarno Sukoharjo (Dok.TImlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Hasil audit kontruksi Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Kota hingga kini belum diterima Pemkab Sukoharjo. Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) masih enggan mengeluarkan rekomendasi karena adanya perbedaan hasil audit tim independen UNS Solo dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Kepala Dinas Perindustrian Pemkab Sukoharjo, Bambang Haryanto mengakui, BPKP masih meminta waktu 10 hari untuk mengeluarkan rekomendasi. BPKP akan bertemu pihak UNS dan UNDIP agar memberikan rekomendasi serta opini yang tepat.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar Pasar Soekarno segera dilanjutkan pembangunannnya,” tegasnya.

Ditambahkan, perbedaan hasil audit antara UNS dengan UNDIP tersebut sangat signifikan, sehingga membuat BPKP gamang.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS) Fajar Purwanto, Rabu (11/9) menuntut pembebasan berbagai iuran di Pasar Soekarno jika pembangunan terus molor. “Seperti iuran balik nama pada saat menempati pasar baru nanti juga harus dibebaskan,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge