0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Museum Penyiaran di RRI Solo Diresmikan

Kepala Dinas Perhubungan Kumunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo Yosca Herman Soedradjat mewakili Walikota Surakarta, meresmikan Museum RRI di Auditorium RRI Solo, Rabu (11/9). (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Museum Penyiaran yang mengoleksi perlengkapan penyiaran kuno diresmikan Walikota Solo yang diwakilkan Kepala Dinas Perhubungan Kumunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo Yosca Herman Soedrajad didampingi Ketua DPRD Solo YF Sukasno dalam rangkain acara peringatan Hari Radio ke-68 yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik RRI Solo di Auditorium Sarsito Mangunkusumo, Rabu (11/9).

Museum yang bertempat di lantai 2 gedung Auditorium Sarsito Mangunkusumo RRI Solo, Jl Abdul Rachman Saleh No. 51 Solo tersebut menyimpan koleksi peralatan penyiaran kuno. Di antaranya Gramaphone tahun 1950, tape recorder tahun 1948, Audio Generator tahun 1976, Audio receiver tahun 1948, Audio mixer tahun 1954 dan Modulation monitor control pemancar SW hingga Foto-foto dokumentasi.

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat mengapresiasi dibentuknya museum tenpat penyimpanan benda-benda koleksi RRI tersebut. Menurutnya, Museum Penyiaran RRI sangat bersejarah. Pasalnya, melalui radio lah sejarah pengumuman kemerdekaan tersiar ke seluruh wilayah Republik Indonesia (RI) pada tahun 1945 silam.

“Luar biasa museum ini. Sesuatu yang mengingatkan kemerdekaan. Dulu minimnya alat komunikasi, radio menyiarkan kemerdekaan,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela peninjauan museum.

Terkait promosi dan sosialisasi museum kepada masyarakat luas, lanjut Yosca Herman, pihaknya akan memfasilitasi media publikasi dengan membuat dan menyebarkan leaflet atau brosur. Namun, berkaitan dengan hal itu, perlu persetujuan dari Kepala LPP RRI Solo Drs H Santoso MM.

“Promosi (Museum Penyiaran RRI Solo) dengan leaflet, kalau diizinkan Kepala RRI, kami sebarluaskan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala LPP RRI, Drs H Santoso MM, mengatakan saat ini, Museum Penyiaran RRI Solo sudah menerbitkan buku selayang pandang. Sehingga, sudah menjadi awal yang sangat bagus untuk museum ke depan.

“Kita sudah merencanakan leaflet. Dishubkominfo membantu, kami sangat senang,” paparnya.

Diharapkan, museum yang baru diresmikan tersebut dapat bermanfaat bagi semua kalangan. Sebab, museum yang didirikan untuk melestarikan fakta sejarah dan melengkapi museum yang berada di Solo tersebut sangat dibutuhkan oleh generasi mendatang. “Museum penyiaran akan melengkapi museum di Solo dan memperindah landscape Kota Solo. Semoga museum bermanfaat bagi kita semua,” paparnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge