0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kerusuhan di Puger, Puluhan Kendaraan dan Rumah Rusak

Timlo.net — Kerusuhan meledak di Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu sore (11/9). Kerusuhan diduga lantaran warga yang marah karena Pondok Pesantren Darus Sholihin menggelar karnaval untuk memperingati HUT RI ke-65 yang tidak mendapat izin dari pihak kepolisan dan ditentang oleh warga setempat.

Dari informasi yang dihimpun, warga yang menolak digelarnya karnaval tersebut, langsung melakukan penyerangan dengan berbekal pentungan. Sejumlah santri dan aparat kepolisian yang berjaga-jaga terluka. Puluhan kendaraan dan sembilan rumah rusak.

Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, lantaran tidak mendapat izin inilah kemudian warga setempat melakukan penyerangan di pondok pesantren milik Habib Ali (Ali Al Habsy).

Selanjutnya, tak terima pondok pesantrennya diacak-acak warga, kubu Habib Ali melakukan serangan balik dan menyerang warga yang dikomandoi Ustadz Fauzi.

“Bentrokan antar keduanyapun tak terhindari. Mereka saling melempar batu. Kaca-kaca masjid setempat juga pecah. Ada aparat kepolisian yang ikut terluka. Berapa korban yang terluka dalam insiden itu belum terdeteksi, kita masih melakukan pengecekan,” beber Kiai Syamsul dari lokasi kejadian.

Akibat kasus itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember turun ke lokasi untuk membantu pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono yang juga dikonfirmasi terkait insiden ini, mengaku masih melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. “Ini masih perjalanan menuju lokasi,” katanya lewat BBM.

Dilansir dari merdeka.com, peristiwa kerusuhan itu bermula dari penolakan warga atas digelarnya karnaval Pondok Pesantren Darus Sholihin. Namun pawai itu tetap digelar dengan kawalan pihak kepolisian setempat.

Tak urung, puluhan massa dengan bekal pentungan kayu langsung menyerang pondok pesantren yang dikawal aparat kepolisian itu. Tak mampu membendung serangan massa, sejumlah santri di pondok pesantren dan polisi terluka.

Puluhan kendaraan roda dua dan sembilan rumah rusak berat. Belum diketahui secara pasti penyebab bentrokan tersebut. Polisi dibantu MUI tengah melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

Kerusuhan antara pondok pesantren dan warga ini sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak pertengahan 2012 lalu. Orang-orang NU (Nahdatul Ulama) yang berada di sekitar pesantren terusik dengan kegiatan-kegiatan yang digelar di pesantren.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge