0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persik Siap Jalani Laga Hidup dan Mati

Pemain Persik Kediri (ungu). (Timlo.net / Aryo)

Solo — Macan Putih Persik Kediri kecewa berat usai tersingkir secara dramatis oleh Perseru Serui di babak semifinal Divisi Utama Liga Indonesia, Minggu (8/9) lalu. Betapa tidak, Persik yang sudah unggul 2-0 berhasil dikejar oleh permainan spartan Perseru. Hasilnya, Persik tertunduk lesu kalah menakitkan lewat adu tendangan penalti 4-5.

Persik Kediri pun kini mulai menatap laga krusial akhir pekan ini, yakni menghadapi Persikabo Bogor dalam perebutan juara 3, sekaligus tiket otomatis terakhir menuju Super Liga. Hanya dengan kemenangan nanti, juara Liga Indonesia dua kali tersebut dipastikan dalam genggaman. Namun bila kembali teledor, impian ISL harus melalui babak play-off melawan peringkat 15 di ISL.

“Pertandingan kontra Perseru, jelas menjadi pembelajaran buat kami. Saat sudah unggul, justru para pemain lengah dan kerap melakukan blunder setelah mencetak gol. Saya juga tak tahu kenapa pemain kunci kami Oliver Makor saat itu tidak dalam performa terbaiknya,” terang pelatih Persik Kediri, Aris Budi Sulistyo.

“Apalagi Perseru kemarin adalah tim yang memiliki kualitas fisik di atas rata-rata. Kami habis di babak kedua. Ini akan jadi evaluasi kami,” tambah Aris.

Mantan pemain Arseto Solo ini pun menyebut pertandingan nanti, ibarat laga hidup dan mati bagi timnya. Kekalahan telak Persikabo dari Persebaya, dianggapnya justru akan semakin menjadi batu sandungan bagi Persik. Untuk itu dirinya meminta anak buahnya untuk konsentrasi penuh.

“Lawan Persikabo lagi-lagi akan menjadi laga hidup mati. Kami harus mati-matian. Karena Persikabo adalah tim bagus. Ini satu-satunya kesempatan terbesar, dan mau tak mau harus fight besok lawan Bogor,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge