0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bawa Motor Tak Punya SIM, Siswa Dilarang Masuk Sekolah

Pelajar dominasi pelanggaran lalu lintas di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pelajar di Kabupaten Boyolali mendominasi angka pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran yang dilakukan tidak memiliki SIM dan motor yang dipreteli. Setidaknya dalam setiap razia tertib lalu lintas, 75 hingga 80 pelanggar adalah pelajar. Tingginya angka pelanggaran lalu lintas yang didominasi pelajar, jajaran Satlantas Boyolali berencana mengandeng pihak sekolah untuk ikut berperan aktif dalam kasus ini.

“Kita akan gandeng sekolah untuk pro aktif, mengingatkan anak didiknya untuk tidak membawa motor ke sekolah bila belum memiliki sim, selain itu kita harapkan ada tindakan tegas dari sekolah bila ada anak didiknya yang tidak memiliki sim,” tandas Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Alil Rinenggo, Rabu (11/9).

Dia menyontohkan, di Semarang sudah ada salah satu sekolah yang menerapkan pengawasan ketat sepeda motor terhadap siswanya. Di sekolah itu, setiap siswa yang mengendarai sepeda motor harus menunjukkan SIM dan STNK. Jika tidak dapat menunjukan dua surat tersebut, maka siswa tersebut tidak boleh masuk sekolah.

Jika siswa tersebut tetap nekat, kata dia, maka pihak sekolah akan menggembosi ban sepeda motornya.

”Nah, kebijakan-kebijakan seperti ini yang kita harapkan bisa diterapkan di sekolah yang ada di Boyolali ini. Dalam waktu dekat, kami akan membuat pilot project kebijakan itu di salah satu sekolah di Boyolali ini. Mudah-mudahan nanti dapat diaplikasikan di seluruh sekolah yang ada,” lanjut kasat.

Langkah ini dilakukan menyusul mencuatnya kasus kecelakaan anak artis Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani (Dul), yang menewaskan enam korban. Untuk menghindari kejadian yang sama, sosialisasi akan lebih ditingkatkan. Pihaknya mengakui, kesadaran pelajar untuk tertib lalu lintas terbilang minim. Bahkan 30 persen pelanggaran lalu lintas dilakukan oleh kalangan pelajar. Hal ini diketahui dari kegiatan operasi di jalan raya. Rata-rata pelajar yang mengendarai sepeda motor tidak memilik SIM. Selain diberikan surat Tilang, pelajar tersebut harus membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tuanya.

“Pelajar SMP, SMA yang masih di bawah umur itukan emosinya masih sangat labil, terutama saat berkendara di jalan raya, Kita akan terapkan tindakan tegas,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge