0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tragis! Habis Dicekoki Ciu, Siswi SMP Diperkosa

Tersangka pemerkosaan (kanan) menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolal — Kasus perkosaan yang menimpa pelajar smp kembali terjadi di wilayah hukum Boyolali. Nasib tragis menimpa EV (13), pelajar SMP warga Suruh, Semarang, menjadi korban pemerkosaan setelah dicekoki minuman keras (Miras) jenis ciu oleh pelaku. Korban diperkosa pelaku Darmanto alias Pesek (18), warga Kecamatan Karanggede, di konter pulsa timur perempatan Karanggede.

Tersangka perkosaan saat ini ditahan di Polres Boyolali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rabu (11/9). Kejadian tragis tersebut bermula saat korban berkenalan dengan tersangka Darmanto awal Agustus kemarin. Satu minggu setelah perkenalan, Minggu (18/8) siang sekitar pukul 12.00 WIB, korban tengah berjalan sendirian di dekat bundaran Desa Pengkol, Karanggede, kemudian bertemu dengan tersangka.

Oleh tersangka,korban ke jembatan Impres, ternyata di jembatan itu, sejumlah teman tersangka sedang pesta miras. Di situlah, korban kemudian dicekoki ciu hingga 1,5 gelas. Usai dicekoki, korban diajak tersangka untuk membeli mie ayam di Pasar Karanggede. Namun ternyata korban malah diajak ke konter pulsa Lela Cell milik teman tersangka. Korban kemudian diajak ke lantai dua.

“Di lantai atas, saya bilang suka sama dia, saya ajak hubungan badan tapi EV menolak,” ujar tersangka saat diperiksa petugas di Mapolres Boyolali.

Korban yang menolak membuat tersangka tersinggung dan memaksa korban untuk berhubungan intim. Korbanpun berhasil diperdayai tersangka. Setelah puas melampiaskan nafsunya, korban kembali diajak ke jembatan Impres untuk menenggak Miras hingga mabuk. Dalam kondisi mabuk, korban kemudian dipulangkan ke rumah.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, kasus pemerkosaan tersebut terungkap setelah korban melapor kejadian yang menimpanya ke orang tua. Tidak terima, orang tua korban pun segera melaporkan tersangka ke polisi.

“Tersangka berhasil kami tangkap dan sudah kami tahan untuk proses hukum selanjutnya,” jelas Kasatreskrim.

Tersangka dijerat dengan UU 23/002 tentang perlindungan anak. Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal selama 15 tahun dan denda maksimal Rp 300 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge