0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gara-gara Suka Susu, Putri Raup Omzet Ratusan Juta

Ayudya Putri Fahriana. (Dok: Timlo.net/ Ranu Ario)

Solo — Siapa sangka minuman kesukaan seseorang bisa menjadi sebuah lahan usaha yang menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Hal ini dialami oleh Ayudya Putri Fahriana yang sukses dengan kedai susunya Mom Milk. Kedai susu ini sendiri sudah memiliki empat outlet di beberapa daerah seperti di Jl Menco Raya, kawasan kampus UMS, Gonilan; Jl Mawar, Kawasan Kota Barat; Jl Ahmad Yani, Cantel, Sragen dan bahkan di Bento Junction, Lippo Karawaci, Tangerang.

Ditemui Timlo.net di Mom Milk Kota Barat, Selasa (10/9), lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP UNS tersebut berbagi pengalamannya mengelola bisnis tersebut. “Dari kecil saya memang suka susu. Selain itu, saya ingin supaya masyarakat juga suka susu,” kata Putri mengatakan alasannya mendirikan Mom Milk.

Putri juga menerangkan bahwa selama ini kebanyakan masyarakat tidak menyukai susu segar karena berbagai alasan misalnya karena eneg dengan rasanya, takut gemuk dan beranggapan bahwa susu segar berbau amis. Untuk mensiasati hal ini, dari sejak awal dia memutuskan untuk menjual susu segar dengan berbagai varian rasa.

Berbagai varian rasa yang ditawarkan ternyata awalnya dibuat oleh sang ibu. Pada waktu itu, mereka menawarkan sembilan varian rasa. Karena resep susu tersebut berasal dari sang ibu, maka kedai susu tersebut dinamakan Mom Milk. Pada awalnya, Putri membuka kedai susu di Jl Menco Raya, kawasan kampus UMS, Gonilan dan membidik para mahasiswa sebagai para pembelinya.

Memang kedai susu segar bukanlah sebuah bisnis baru, tapi Putri mengungkapkan keyakinannya bahwa Mom Milk menyajikan sesuatu yang berbeda dari kedai susu yang lain. “Secara umum (Mom Milk) memang sama dengan kedai susu lain. Tapi dari rasa dan kualitas berbeda,” terangnya.

Wanita kelahiran Bandung, 3 Mei 1987 itu mengatakan bahwa dia memasok susu segar dari berbagai tempat berbeda. Untuk outlet kawasan Solo dan Sragen, dia memasok susu dari Boyolali. Sementara untuk outlet di Tangerang, dia memasok susu segar dari Puncak, Cisarua, Bogor. “Susu segar hanya bisa disimpan selama delapan jam. Setelah itu, kalau tidak habis ya terpaksa harus kami buang,” terangnya.

Sekarang ini, terdapat sekitar 20 varian rasa. “Menu favorit di sini adalah hazzlenut, cookies, caramel latte dan coklat,” kata Putri. Pada hari kerja, satu outlet bisa menghabiskan sekitar 80 hingga 100 liter susu sapi segar. Sementara pada akhir pekan dan hari libur, per outlet bisa menghabiskan sekitar 100-150 liter susu. Omzet penghasilan per outlet bisa mencapai jutaan rupiah per hari. Selain itu, para penikmat susu di Mom Milk pun bukan lagi hanya para mahasiswa, tetapi juga siswa dan masyarakat umum.

Promosi Lewat Internet

Pada awal berdirinya Mom Milk, Putri mengaku menggunakan beberapa cara untuk mempromosikan kedai susunya. “Pada awalnya, kami ikut bazaar dan event-event dan membagikan susu gratis di situ,” katanya.

Selain itu, Putri juga pernah membagikan brosur dan beriklan di majalah serta radio. Tapi dia mengaku bahwa media yang terbukti paling efektif untuk mempromosikan bisnisnya adalah melalui media Internet seperti Twitter dan aplikasi BBM (BlackBerry Messenger).

“Saya pernah menanyakan kepada para pembeli darimana mereka tahu tentang Mom Milk. Kebanyakan mereka tahu tentang kedai susu kami karena rekomendasi teman lewat Twitter dan BBM,” terangnya.

Akun Twitter Mom Milk dikelola oleh Putri sendiri. Dia mengaku belajar secara otodidak tentang bagaimana menggunakan media Twitter untuk mempromosikan bisnisnya. “Awalnya saya mempromosikan kepada teman-teman saya sendiri di BBM dan Twitter. Lalu saya aktif follow orang-orang di Twitter,” katanya.

Untuk membuat orang-orang mem-follow back,  dia mengatakan bahwa pada awalnya dia sering men-tweet hal-hal yang lucu untuk menarik perhatian pengguna Twitter, kemudian diselingi dengan promosi produk Mom Milk.

Ingin Buka Franchise

Putri menyatakan bahwa dia memiliki sebuah harapan untuk memperluas usahanya ke seluruh Indonesia. “Sebenarnya, ada beberapa orang yang pernah ingin membeli franchise Mom Milk. Tapi untuk saat ini usaha ini masih dikelola keluarga,” ujar Putri.

Namun, bukan berarti Putri dan keluarganya tidak ingin membuat Mom Milk menjadi jaringan waralaba. Untuk saat ini, mereka sedang menunggu hasil pengajuan HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge