0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemilihan Ketua OSIS MAN Sukoharjo Mirip Pilpres

Proses penghitungan suara pemilihan Ketua OSIS MAN Sukoharjo (dok.timlo.net/sahid b sutanto)

Sukoharjo — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sukoharjo memanfaatkan momentum pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa), sebagai ajang latihan Pemilu dan kemantapan berorganisasi.

Berbeda seperti pemilihan Ketua OSIS tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2013 ini, pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS di MAN Sukoharjo digelar mirip dengan Pilpres atau Pilkada.

Para peserta pemilihan Ketua OSIS notabenenya merupakan seluruh siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sukoharjo dari kelas 9 hingga kelas 12. Sebelum melakukan pemilihan, mereka mendegarkan aksi kampanye serta penyampaian visi dan misi dari para kandidat Ketua OSIS yang telah mencalonkan diri.

Ada 6 kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS MAN Sukoharjo di antaranya, Abda, Ardi, Intan, Rizki, Sony dan Yanu. Satu persatu dari mereka, di beri waktu untuk berkampanye di halaman sekolah dan menyampaikan visi misi serta sejumlah rencana program kerja jika nantinya terpilih menjadi Ketua OSIS.

Selanjutnya setelah proses kampanye dan penyampaian visi dan misi kandidat Ketua OSIS selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pemungutan suara. Layaknya Pemilu, para pemilih juga mengambil surat suara dan mencoblos pilihannya serta memasukkannya ke dalam kotak suara.

Dari hasil penghitungan suara yang dilakukan panitia, yakni pengurus OSIS periode tahun lalu, Ardi Santosa memperoleh suara terbanyak sebesar 128 suara dari 408 pemilih. Atas hasil pemungutan suara itu, peraih suara terbanyak yakni Ardi Santosa ditetapkan menjadi Ketua OSIS MAN Sukoharjo periode 2013/2014. Sementara kandidat lainnya masuk dalam formatur pengurus.

Kepala MAN Sukoharjo Abdul Aziz Fachrudin, Rabu (11/9) menjelaskan, ide pemungutan suara untuk memilih Ketua OSIS layaknya pemilu merupakan ide dari siswa. Pihak sekolah sangat mendukung ide tersebut dan memfasilitasinya sekaligus sebagai pelatihan Pemilu.

“Mereka ini kan merupakan pemilih pemula. Kebetulan besok juga bakal di gelar Pemilu 2014. Sehingga kita manfaatkan moment pemilihan Ketua OSIS di sini sebagai latihan pemilu. Ini juga langkah kami membimbing siswa, agar mereka mengetahui demokrasi dan tata cara ber organisasi. Tujuannya agar mereka mampu berinteraksi,” jelas Aziz.

Pihaknya berharap, dengan langkah bimbingan yang maksimal, anak didik menjadi aktif di bidang organisasi. mereka dapat menyampaikan pendapatnya dengan baik dalam forum. Juga dapat menerima dan menghormati pendapat orang lain.

“Nantinya mereka diharapkan bisa menyampaikan pendapat dengan baik. Dan bisa juga menerima dan menghormati pendapat orang lain dengan baik juga. Ke depan kita akan adakan latihan kepemimpinan. Kita akan undang organisasi pemuda seperti IPM, KPPI, KNPI dan organisasi pemuda lainnya. Jika di SMA sudah aktif berorganisasi, nantinya di perguruan tinggi mereka juga akan aktif,” tuturnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge