0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BNI Incar Simpanan Masyarakat Rp 1,8 Triliun

Bank BNI (Dok. Timlo.net/)

Solo – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk terus mempertajam pertumbuhan bisnisnya di Kota Solo dengan menggenjot dana masyarakat. Terkait hal itu, bank pelat merah inipun mengincar penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) alias simpanan masyarakat sedikitnya Rp 1,8 triliun.

Sebagaimana diungkapkan Pemimpin BNI Cabang Slamet Riyadi Solo, Azwir Sanur, kali ini manajemen bank menargetkan penghimpunan DPK setidaknya mampu tembus hingga Rp 1,8 triliun. Meski hingga kini realisasinya belum seperti yang diharapkan, namun pihaknya optimistis nantinya BNI bakal mampu membukukan target yang ditetapkan.

Sejauh ini, BNI Slamet Riyadi baru berhasil menggaet DPK di kisaran Rp 1,4 triliun. “DPK masih belum seperti yang kami inginkan, kami masih jauh dari target. Secara pertumbuhan, tumbuhnya juga masih kecil, DPK tumbuh sampai lima persen,” ujarnya, Selasa (10/9).

Masih jauhnya realisasi penghimpunan DPK dari target ini diduga karena terjadi perubahan pola perilaku investasi di tingkat masyarakat. Sebagian kalangan kini tak lagi menginvestasikan seluruh dananya ke produk tabungan ataupun deposito, namun cenderung mengalihkannya ke sumber-sumber investasi lain. Seperti investasi di sektor properti ataupun emas.

“Memang saat ini ada perlambatan, barangkali karena masyarakat menggunakan uangnya untuk bisnis. Jadi mungkin tidak fokus ke tabungan atau simpanan, tapi fokus menggunakan uangnya untuk keperluan lain seperti investasi emas atau investasi lain,” kata Azwir Sanur.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge