0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bercumbu di Warnet, Kepergok Polisi

Sragen — Seorang anak baru gede (ABG) berinisial FNA (16) asal Dukuh Doyong, Kecamatan Miri, Sragen menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Abdul Gofur (18).

Perbuatan cabul tersebut dilakukan di sebuah warung internet (warnet) Multinet yang berada di kawasan Dukuh Lemah Putih, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Sragen.

Informasi dari kepolisian menyebutkan, kejadian itu berawal ketika dua sejoli FNA dan Abdul Gofur, warga Rejosari RT 6, Desa Donoyudan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, sepulang sekolah dengan berboncengan sepeda motor mampir terlebih dahulu di sebuah warnet, Senin (9/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Keduanya memang masih tercatat sebagai pelajar di sebuah SMA swasta di Kecamatan kalijambe.

Sesampainya di warnet mereka kemudian membuka facebook dan sempat meng-upload foto-foto porno. Entah bisikan setan dari mana, situasi warnet yang agak sepi dan dibatasi dengan bilik membuat keduanya melakukan perbuatan yang tidak pantas. Awalnya, Abdul Gofur menciumi pipi FNA sambil tangannya meremas-remas buah dadanya. Karena tidak ada penolakan dari sang perempuan, Gofur semakin berani dengan menyuruh FNA untuk mengelus-elus kemaluan Gofur.

Tanpa mereka sadari, apa yang mereka lakukan tersebut terekam oleh kamera CCTV yang dipasang di setiap bilik di warnet. Namun alangkah kagetnya kedua sejoli tersebut, di tengah percumbuan mereka mendadak datang dua petugas polisi dari Polsek Miri yang memergoki perbuatan mereka. Gofur dan FNA pun tidak bisa berkutik dan langsung merapikan baju seragam sekolah yang masih mereka kenakan.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni, Selasa (10/9), membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya telah melimpahkan kasus tersebut ke penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sragen.

“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif tim unit PPA. Keduanya masih berstatus pelajar. Pelaku bakal dijerat Pasal 82 UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pelaku bisa diancam hukuman 15 tahun, karena korban masih di bawah umur,” kata Sri Wahyuni mewakili Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge