0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Merugi, Perajin Tahu Di Tegalgondo Tetap Berproduksi

Klaten — Ajakan perajin tahu dan tempe untuk mogok produksi selama 3 hari, mulai Senin hingga Rabu (9-11/9) ternyata tidak diikuti sejumlah perajin tahu di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Katen. Para perajin tahu di desa itu memilih tetap berproduksi karena takut justru akan ditinggalkan para konsumen jika produksi tahu berhenti.

Sujiman (38) salah satu perajin tahu mengungkapkan dirinya tetap berproduksi demi ekonomi keluarganya.

“Kalai kita berhenti produksi/ justru kita tidak akan mendapatkan penghasilan padahal dengan aksi mogok belum tentu bisa menurunkan harga kedelai,” ungkap Sujiman kepada Timlo.net, Selasa (10/9).

Sujiman menambahkan, meski demikian pihaknya tetap mengurangi jumlah produksinya. Yang jelas semua pelanggan yang sudah tetap akan tetap disediakan tahu agar mereka tidak lari atau meninggalkan dalam membeli tahu produksinya.

“Yang biasanya bisa produksi hingga ratusan kilogram kedelai setiap harinya, kini paling hanya 70 kilogram kedelai saja,” tambah Sujiman.

Sedangkan untuk menutup kerugian terkait naiknya harga kedelai, pihak perajin sudah melakukan beberapa kebijaan seperti mengurangi ukuran tahu, menaikkan harga jual tahu serta menggunakan bahan baku kedelai local yang harganya lebih rendah dari pada kedelai impor.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge