0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Protes Tower, Warga Surati Walikota dan DPRD

Inilah salah satu tower yang diprotes warga di Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Protes warga atas keberadaan tower kembali terjadi di Kota Bengawan. Kali ini giliran, warga RW 06 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres memprotes keberadaan tower di RT 02.

Protes warga disampaikan dengan mengirim surat kepada Walikota dan ditembuskan ke DPRD. Dalam surat itu warga menyampaikan keberadaan tower di RT 02 menimbukan rasa khawatir warga yang tinggal di sekitar tower. Dalam jangka panjang, warga juga khawatir adanya tower bakal menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga sekitar tower.

Ketua RW 06, Ramelan mengatakan tower yang ditolak warga tersebut telah berdiri di wilayahnya 10 tahun ini. Meski sudah 10 tahun berdiri, pihaknya tidak mengetahui siapa pemilik tower itu. Sebelumnya, pemilik tower pernah berkomunikasi dengan warga. Bahkan sempat ada beberapa kali kegiatan pengobatan gratis dari lembaga sosial yang bekerjasama dengan pemilik tower.

”Keberatan warga terhadap keberadaan tower lantaran dua bulan lalu, ada pihak yang mengaku dari perwakilan pemilik tower yang menyatakan perpanjangan tak perlu mendapat izin warga. Tanah untuk tower itu katanya juga sudah dibeli,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/9).

Terlebih akhir-akhir ini, tower tersebut dijaga oleh orang-orang yang berbadan kekar. Hal itu justru membuat kesan pemilik tower ingin menakut-nakuti warga. “Oleh karena itu, warga meminta Walikota meninjau kembali terkait perizinan tower serta menutup dan membongkar bangunan tower tersebut,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD YF Sukasno mengatakan penanggung jawab tower di RT 02/RW 06 Mojosongo itu telah menemui dirinya. Penanggungjawab tower menyatakan siap untuk bertemu dengan warga. “Penanggungjawabnya sudah ke sini (DPRD) hari ini, Selasa (10/9). Sudah ketemu saya dan minta difasilitasi pertemuan dengan warga,” ungkapnya.

Dengan adanya permohonan penanggungjawab tower itu, Sukasno menilai sudah ada niatan baik dari penanggung jawab tower. Pasalnya berdasarkan laporan warga, pihak tower sebelumnya susah dihubungi oleh warga.

“Hal-hal semacam ini tidak cukup ketemuan sekali tetapi perlu beberapa kali sehingga dikemudian hari tidak ada polemik. Pengalaman ini juga sebagai warning pengelola tower yang lain. Ya kalau merasa sudah habis izinnya, sebelum habis ya harus diurus izinnya ke warga. Mekanisme izin ke warga dari RT dan RW itu harus dilewati,” tandasnya



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge