0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Koperasi Tahu Tempe Soloraya Ancam Mogok Massal

Perajin tahu-tempe demo menuntut pemerintah turunkan harga kedelai. (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto.)

Solo —  Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) se-Soloraya mengancam akan melakukan mogok dalam pengadaan kedelai jika pemerintah tak lekas menuntaskan permasalahan kedelai impor. Seperti diketahui, belakangan ini harga komoditas tersebut melambung yang berimbas pada tingginya biaya produksi tahu dan tempe di tingkat produsen.

Ketua Badan Koordinasi Kopti Soloraya, Sudiro, mengatakan aksi mogok rencananya akan digelar pekan depan jika pemerintah tak kunjung menstabilkan harga kedelai impor. Sebagai bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang tak kunjung meredam kenaikan harga kedelai, aksi mogok nantinya akan dilakukan selama tiga hari hingga empat hari.

“Harapan kami, pemerintah segera memikirkan kelangsungan Kopti. Jika tidak ditanggapi, minggu depan kami akan mogok,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (10/9).

Kopti Soloraya menuntut pemerintah secepatnya mengendalikan fluktuasi harga kedelai impor yang dinilai sudah tak wajar. Mengingat saat ini harga komoditas tersebut sudah tembus di kisaran Rp 9400 perkilogram hingga Rp 10 ribu perkilogram.

Sudiro meminta pemerintah lekas merealisasikan penyaluran kedelai lewat Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga stabilitas harga kedelai tetap terjaga seperti zaman Orde Baru. Dengan begitu, produsen tahu dan tempe anggota Kopti tak lagi kesulitan memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau.

“Harapan kami pemerintah segera merealisasikan penyaluran kedelai lewat Bulog. Selanjutnya Bulog menyalurkannya lewat Kopti daerah masing-masing dengan harga terjangkau,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge