0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harag Kedelai Tembsu Rp 9.300/Kg

Pengrajin Tempe Boyolali Ancam Hentikan Produksi

Pengrajin tempe (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sejumlah pengrajin tempe di wilayah Boyolali Kota berharap harga kedelai bisa turun dan stabil. Pasalnya, kemampuan produksi mereka membeli bahan pokok tempe hanya sampai Rp 9400/Kg, sementara saat ini harga kedelai sudah mencapai Rp 9300 perkilogram. Bila harga kedelai sampai di angka Rp 9400, pengrajin berencana menghentikan produksi hingga harga stabil.

Hal tersebut seperti diungkapkan salah satu pengrajin tempe Dukuh Gatak, Desa Siswodipuran, Boyolali Kota, Minarti. Menuurtnya, kenaikan harga kedelai saat ini merupakan yang tertinggi selama usaha turun temurun ini berjalan. Sejak harga kedelai terus naik, pihaknya terpaksa memperkecil ukuran tempe, selain itu harga tempe juga dinaikkan antara Rp 500 -Rp 1000 perbungkusnya.

“Ukuran kita kecilkan, harga juga kita naikkan, kalau tidak kita naikkan tidak untung, bahkan untuk biaya produksi tidak bisa mencukupi,bahkan pernah merugi,” ungkap Minarti ditemui di pabrik tempenya, Selasa (10/9).

Diakui Minarti, batas kemampuan pengrajin kedelai adalah Rp 9400 perkilogram. Bila harga lebih dari Rp 9400, maka pihaknya berencana menghentikan usaha turun temurun itu. Karena sangat tidak memungkinkan bila harga tempe kembali dinaikkan.

Kondisi serupa dialami pengusaha tahu Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Mereka memilih tidak berproduksi. Sebagian dari mereka bergabung dengan pengusaha beserta ratusan pekerja pabrik tahu dari Kartasura, Sukoharjo, dalam aksi demo menuntut penurunan harga kedelai impor di bundaran patung Kartasura.

“Hari ini [kemarin] libur total. Tidak ada yang produksi [tahu]. Karena kemarin ada undangan dari teman-teman [pengusaha dan pekerja pabrik tahu] Kartasura. Jadi sebagian ya mungkin bergabung ke sana,” ujar Yuli, salah seorang pengrajin tahu asal Dukuh Ngaliyan, RT 008/RW 002, Desa Bendan, ketika ditemui wartawan di rumahnya, Senin. PIhaknya hanya tinggal menjual tahu yang sudah telanjur diproduksi sehari sebelumnya. Sebab jika tidak dijual, tahu akan membusuk dan kerugian yang ditanggungnya justru akan lebih banyak.

Yuli mengakui terus naiknya harga kedelai impor hingga mencapai Rp9.300/kg sangat memukul kalangan pengusaha tahu dan tempe. Menurut dia, kenaikan harga kedelai kali ini merupakan yang tertinggi setelah pernah terjadi tahun lalu. Saat harga kedelai impor mulai naik, rata-rata pengrajin tahu menaikkan harga jual produk mereka.

“Kami sampai bingung. Naikkan harga sudah, tapi kalau naik terus harganya ya kasihan bakul dan pembeli,” kata Yuli



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge