0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Cina, Situs Dikunjungi 5 Ribu Pengunjung Berarti Dipenjara 3 Tahun

Logo Sina Weibo. (Dok: Timlo.net/ Google )

Timlo.net—Pada Senin (9/9) Cina mengungkapkan sebuah hukuman keras untuk penyebaran rumor yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Cina mengatakan bahwa bila seseorang memposting rumor online dan rumor tersebut diposting ulang maka orang tersebut bisa dipenjara selama tiga tahun. Keputusan ini memicu kemarahan dari pengguna Internet di Cina.

Seperti negara komunis tersebut sedang berusaha mengendalikan penggunaan sosial media dan situs Internet yang sering digunakan warga negaranya untuk berdiskusi soal politik dengan sensor yang ketat.

Dilansir dari Reuters India, sebuah interpretasi hukum yang dikeluarkan oleh pengadilan tinggi dan jaksa di Cina, orang bisa dikenai tuduhan menyebar fitnah bila rumor online yang mereka ciptakan dikunjungi 5 ribu orang atau diposting ulang lebih dari 5000 kali.

Sang pelaku bisa dikenai hukuman penjara tiga tahun, yang merupakan hukuman umum untuk penyebaran fitnah. “Orang-orang terluka dan reaksi dari masyarakat kuat, sepakat menginginkan sebuah hukuman serius dari hukum negara untuk aktivitas kriminal seperti penggunaan Internet untuk menyebarkan rumor dan memfitnah orang,” kata juru bicara pengadilan Sun Jungong.

“Tidak ada negara yang menganggap bahwa memfitnah orang lain dianggap sebagai kebebasan berbicara,” kata Sun dalam konferense pers, yang disiarkan langsung oleh situs People’s Daily.

Dalam interpretasi hukum itu juga diungkapkan apa yang dianggap sebagai “kasus serius” yaitu penyebaran rumor atau informasi palsu secara online, dan rumor tersebut menyebabkan penderitaan mental terhadap obyek rumor.

Sementara itu kasus lain yang dianggap serius adalah penyebaran informasi palsu yang menyebabkan protes-protes, penahanan etnis atau agama yang bisa menyebabkan efek internasional yang buruk. Para pengguna layanan mirip Twitter di Cina, yaitu Sina Weibo mengungkapkan kemarahan mereka mengenai aturan-aturan baru tersebut.

“Terlalu mudah bagi sebuah konten online untuk diposting ulang sebanyak 500 kali atau dikunjungi  5 ribu pengunjung. Siapa yang berani mengatakan sesuatu sekarang?” kata salah seorang pengguna Weibo.

“Interpretasi ini berlawanan dengan undang-undang dan merampas kebebasan orang untuk mengungkapkan pendapat,” protes pengguna lain.

Media di negara tersebut melaporkan adanya belasan penahanan karena pemerintah berusaha menghentikan penyebaran rumor-rumor.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge