0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setahun, Potensi Sengon Wonogiri Capai 28 Ribu Meter Kubik

Warga berteduh dibawah tanaman sengon yang tumbuh di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Mulai beroperasinya perusahaan pengolah kayu sengon di Wonogiri membuat pemkab setempat terus mengembangkan budidaya tanaman sengon. Potensi produksi yang ada saat ini bakal ditingkatkan.

Data yang diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Wonogiri, potensi produksi kayu sengon mencapai 28.000 per kubik. Angka ini merupakan akumulasi selama satu tahun.

“Dengan adanya pabrik pengolah sengon di Sidoharjo Wonogiri, tentunya membuat kebutuhan bahan baku akan terus ada. Hal inilah yang kami kembangkan. Kami akan mendorong masyarakat untuk membudidayakan tanaman sengon,” ujar Kepala Dishutbun Wonogiri, Sri Jarwadi, Selasa (10/9).

Upaya pengembangan itu diwujudkan dengan pengadaan bibit sengon oleh Dishutbun. Bibit tersebut nantinya diserahkan kepada masyarakat melalui desa setempat. Namun belum bisa ditentukan berapa target produksi yang akan dicapai.

“Secara umum, seluruh wilayah Wonogiri cocok ditanami sengon. Jadi, potensi untuk mengembangkannya sangat terbuka. Apalagi tanaman sengon itu minim perawatan dan hanya dalam jangka waktu 5 tahun sudah bisa dipanen,” paparnya.

Hanya saja, untuk pengembangan sengon, lanjut Jarwadi bukan berarti tanpa ada kendala. Beberapa penyakit dan hama kerap dijumpai pada batang sengon. Diantaranya ulat keong seperti yang dijumpai di Jatimarto Ngadirojo, atau virus karat furu.

“Tapi dari penyakit dan hama tersebut sudah ada obatnya. Jadi asal bisa ditemukan di taraf awal, bisa segera diobati agar tidak merembet ke tanaman sengon lainnya,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge