0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Red Batik Solo Ikuti Festival di Jepang

Red Batik Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Tiada kata berhenti dalam berkreativitas bagi Komunitas Red Batik Solo. Setelah beberapa kali tampil di sejumlah negara seperti Belanda, Jerman dan Prancis, kini berganti Negeri Matahari Terbit, atau negara Jepang yang bakal disinggahi. Rencananya komunitas fashion yang mengangkat busana dari bahan alam tersebut akan mengikuti festival JATA Show Case Tokyo, Jumat-Minggu (13-15/9) nanti.

Pendiri Komunitas Red Batik, Heru Prasetya mengatakan komunitasnya akan tampil dalam kegiatan pameran pariwisata Internasional di Jepang. Dalam pameran yang diikuti 100 negara, seperti Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Timur Tengah dan Afrika tersebut, pihaknya ingin menampilkan kostum dari rotan, anyaman, biji-bijian dan masih banyak lagi.

“Kami memilih kostum dari bahan dasar bambu karena bambu merupakan kekayaan khas Indonesia. Biasanya, bambu digunakan hanya untuk perabot dan kebutuhan rumah lainnya. Namun, kita berusaha memberikan nilai lebih, dengan mengangkat bambu ini kedalam inovasi kostum karnaval,” terangnya ditemui wartawan dalam sesi pemotretan model di Kawasan Pasar Bambu Nusukan, Solo, Senin (9/9).

Dijelaskan, kostum yang akan dibawa dalam festival tersebut mencapai berat sekitar 5 kg. Selain itu, dirinya hanya membawa dua orang model untuk mengikuti festival yang akan diadakan di Kota Tokyo, Jepang tersebut.

“Mulai dari tahap perancangan sampai jadi kostum menghabiskan waktu tiga bulan,” terang pria yang akrab disapa Heru Mataya itu.

Di tempat yang sama, Model Red Batik Solo, Evi Toviana mengatakan, kostum yang dikenakannya tersebut memakai bahan baku bambu dan perpaduan kain batik.

“75 persen dari busana ini adalah dari bahan bambu, sisanya dari kain batik,” tutur perempuan yang juga perancang busana itu.

Untuk mempercantik tampilan kostumnya, lanjut Evi, dirinya menggunakan tambalan karung goni serta sejumlah biji-bijian sebagai asesoris kostum.

“Busana ini murni berasal dari bahan yang ramah lingkungan,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge