0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diwawancarai Harrison Ford, Menhut Kesal, Ada Apa ya?

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kedatangan aktor kawakan Harrison Ford mendapat sambutan hangat dari pemerintah, apalagi kedatangannya ini untuk menggarap proyek film dokumenter. Film tersebut akan bercerita mengenai pemanasan global dan telah mengambil gambar di tiga lokasi di Indonesia.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menjadi orang pertama yang diwawancarai langsung pemeran Indiana Jones ini selama di Jakarta. Setelah itu, Ford akan melanjutkan wawancara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ternyata, selama mewawancarai Zulkifli, Ford melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Padahal, sebelumnya Zulkifli menyambut kedatangannya dengan ramah.

“Sebagai tuan rumah yang baik, karena belum pernah bertemu sebelumnya, Menhut mengira sebelum pengambilan gambar wawancara ada diskusi kecil seperti biasanya. Menhut kaget tanpa ada pembicaraan sedikitpun begitu rombongan masuk langsung ambil gambar dan wawancara seperti orang emosional dan pertanyaannya menyerang,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana, Andi Arief di Jakarta, Selasa (10/9).

Meski terbiasa menghadapi berbagai pertanyaan yang menyerang, namun Zulkifli mengeluhkan sikap yang dilakukan Ford selama proses wawancara. Apalagi, sejak menunggu di ruang tunggu, Ford sudah menunjukkan gelagat tidak sopan.

“Terlihat dari CCTV, Harisson Ford naik ke meja ruang tunggu dan lompat-lompat berkali-kali. Hal itu mungkin di negaranya juga tidak diperkenankan melakukan hal tersebut apalagi di kantor resmi negara,” ungkap Andi.

Walaupun Ford merupakan aktor internasional dan pernah membintangi jajaran film berkelas dunia, namun pemerintah tidak akan memberikan hak istimewa terhadapnya. Dia juga meminta agar aparat menanyakan kru dan penghubungnya selama di Indonesia terkait sikap mereka.

“Tidak ada hak istimewa meski ia aktor hebat, crew dan penghubungnya di Indonesia harus dimintai keterangan apa motifnya melecehkan kantor resmi negara. Bila perlu didepotasi,” tegasnya. [ian]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge