0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Debat Terbuka,Pilkada Karanganyar

3 Pasangan Cabup-Cawabub Siap Menang dan Siap Kalah

Tiga pasangan Cagub-Cawagub Karanganyar mengikuti acara debat terbuka, Senin (9/9) malam (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Acara debat terbuka antarpasangan yang bakal bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar digelar di ruang Parpurna Gedung DPRD Karanganyar, Senin (9/9) malam. Ketiga pasangan yakni Aris Wuryanto-Wagiyo (Ayo), Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) dan Juliyatmono-Rohadi Widodo (YuRo) harus mengikuti tahapan wajib dalam kampanye Pilkada Karanganyar tersebut.

Acara debat terbuka dibagi menjadi tiga sesi yakni pilih soal, tanya jawab dan closing statement. Saat menjawab pertanyaan, setiap kandidat diberi jatah waktu tertentu pada setiap sesi.

Pada sesi pertama, setiap kandidat diminta memilih empat tokoh Punakawan yaitu Gareng, Petruk, Semar dan Bagong yang berisi pertanyaan yang diajukan oleh tokoh masyarakat maupun praktisi pendidikan dan disampaikan oleh host debat terbuka yakni Septando Hisaf dan Amelia Sabari.

Pada sesi kedua, pasangan nomor urut dua Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) mendapat giliran kali pertama menyampaikan visi dan misi yang ditanggapi dua kandidat lainnya. Pasangan YuRo menyoroti tentang konsistensi program kerja, sementara pasangan Ayo menanyakan tentang peluang investor di Karanganyar.

“Tujuh program itu bakal mengerucut pada lima W yakni Wareg, Waras, Wanggon, Wasis dan Waskito. Dengan lima W maka permasalahan di Karanganyar akan terselesaikan,” ujar Paryono.

Giliran pasangan YuRo yang mendapat pertanyaan dari kedua pasangan lainnya. Pasangan Ayo menanyakan tentang program unggulan YuRo yakni mencetak 10.000 wirausaha mandiri dan pendidikan gratis. Sementara pasangan Pasti juga menyoroti tentang pendidikan gratis padahal APBD Karanganyar terbatas.

“APBD Karanganyar sekitar kurang lebih Rp 1,4 triliun, anggaran itu cukup untuk menyokong pendidikan gratis dari SD-SMA. Apalagi SD dan SMP sudah mendapatkan bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat,” jelas Yuliatmono.

Pasangan Ayo menjadi kandidat terakhir yang menjawab pertanyaan dari dua calon lainnya. Pasangan Pasti kembali menyoroti tentang program pendidikan gratis sementara pasangan YuRo menanyakan tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bumi Intanpari.

“Kami akan berupaya agar Karanganyar selalu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan sehingga tak ada lagi siswa drop out,” papar Aris Wuryanto.

Pada sesi terakhir, setiap pasangan memberikan closing statement menghadapi Pilkada Karanganyar selama satu menit. Seluruh pasangan berharap agar Pilkada Karanganyar dapat berjalan mulus. Acara debat terbuka ditutup dengan ikrar damai para kandidat siap menang dan siap kalah serta menjaga kondisi keamanan agar tetap kondusif.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge