0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Puluhan Ribu Warga Wonogiri Masih Buta Huruf

Wonogiri — Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri menyebutkan saat ini masih ada 10.651 warga Wonogiri yang masih buta huruf/aksara. Mereka tersebar di 25 kecamatan, sebagian besar orang adalah perempuan.

Menurut data penghimpunan orang buta aksara, terbanyak berada di Kecamatan Pracimantoro. Jumlahnya mencapai 1.220. Posisi terbanyak kedua Slogohimo yang memiliki 913 orang buta aksara. Tempat ketiga kecamatan Girimarto 883 orang, Eromoko 754 warga, Paranggupito 668, dan Nguntoronadi 624 orang.

Sedang orang buta aksara di 19 kecamatan lain jumlah bervariasi.
Diantaranya 40 orang di Kecamatan Tirtomoyo, 482 penduduk di Kecamatan Giritontro.

“Saya bacakan mulai wilayah Kota ada 60 orang, Puhpelem 76 orang, Purwantoro 50 orang, Bulukerto 63 orang. Kecamatan lainnya rata-rata diatas seratusan orang. Kalau total, ada 10.651 orang. Perinciannya 3.002 pria dan 7.649 wanita,” ungkap Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik, Sarwono, Senin (9/9).

Sarwono berkata, menurut data yang dihimpun, mereka yang buta huruf sebagian besar kaum tua dan tinggal di pedesaan. Kemungkinan sebagian dari mereka dulu pernah bisa membaca. Tapi, kini mereka mengalami penurunan daya ingat karena tua dan tak pernah lagi membaca. Alhasil, menjadi buta huruf.

Untuk mengurangi jumlah warga buta aksara, pihaknya bakal melacak penyebab hal tersebut. Namun, ditengarai lantaran kurang antusiasnya warga mengunjungi taman bacaan di desa. Sehingga, hal yang besar kemungkinannya dilakukan adalah menggairahkan taman bacaan serta dengan pola pembentukan kelompok belajar.

“Selama ini, upaya pembebasan warga dari buta aksara itu ditempuh dengan program kelompok belajar. Cara itu sudah cukup berhasil. Disamping tentunya taman bacaan,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge