0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggota DPRD Diminta Tak Boleh Campur Tangan Penyaluran Dana Hibah

Solo — Jajaran Pimpinan DPRD Solo meminta anggota DPRD Solo tidak ikut campur dalam penyaluran dana hibah masyarakat. Himbaun tersebut disampaikan sebagai antisipasi pemanfaatan penyaluran dana hibah oleh calon legislatif (caleg) tertentu menjelang pemilu legislatif 2014.

“Jangan sampai dana hibah disalahgunakan dan tidak sampai ke masyarakat. Kami warning ke rekan-rekan anggota DPRD untuk tidak mencampuri kegiatan pencairan hibah,” kata Wakil Ketua DPRD, Supriyanto kepada Timlo.net, Senin (9/9) di gedung dewan.

Jika diketahui ada anggota Dewan yang menyelewengkan dana hibah, pihaknya siap melakukan klarifikasi. “Kalau terkait anggota dewan, akan kami sikapi. Pimpinan bakal klarifikasi. Kalau memang diperlukan klarifikasi lebih lanjut ke badan kehormatan (BK), jelas pimpinan akan delegasikan,” tegasnya.

Diakuinya, alokasi anggaran hibah mengalami kenaikan sebesar Rp 6 miliar di APBD Perubahan 2013. Jumlah tersebut bertambah dari anggaran hibah semula di APBD 2013 sebesar Rp 112 miliar.

“Hibah itu menjadi kewenangan Walikota dalam hal memberikan persetujuan atas proposal yang dari awal sudah masuk ke pemkot. Sesuai Permendagri No 32/2011, pengajuan proposal harus menjadi program sebelum tahun anggaran,” jelasnya.

Disampaikannya, proposal-proposal yang masuk tersebut meliputi unsur-unsur yang beragam mulai dari unsur masyarakat, lembaga, masukan, caleg dan elemen lainnya. Hanya saja, semuannya harus sesuai dengan sistem administrasi dari pengajuan proposal, pencairan dan hingga surat pertanggung jawaban (SPj)

“Bilama ada oknum atau lembaga yang itu proses pemanfaatan anggaran tidak direalisasikan atau fiktif bisa melapor ke inspektorat,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPRD YF Sukasno mengatakan pihaknya meminta anggota DPRD dan caleg untuk tidak mengurus pengajuan proposal hibah.

“Tidak usah menjanjikan membawa proposal. Dewan punya kewenangan meneruskan aspirasi masyarakat. Itu kan bisa disampaikan melalui pembahasan di banggar,” pungkasnya.Solo – Jajaran Pimpinan DPRD Solo meminta anggota DPRD Solo tidak ikut campur dalam penyaluran dana hibah masyarakat. Himbaun tersebut disampaikan sebagai antisipasi pemanfaatan penyaluran dana hibah oleh calon legislatif (caleg) tertentu menjelang pemilu legislatif 2014.

“Jangan sampai dana hibah disalahgunakan dan tidak sampai ke masyarakat. Kami warning ke rekan-rekan anggota DPRD untuk tidak mencampuri kegiatan pencairan hibah,” kata Wakil Ketua DPRD, Supriyanto kepada Timlo.net, Senin (9/9) di gedung dewan.

Jika diketahui ada anggota Dewan yang menyelewengkan dana hibah, pihaknya siap melakukan klarifikasi. “Kalau terkait anggota dewan, akan kami sikapi. Pimpinan bakal klarifikasi. Kalau memang diperlukan klarifikasi lebih lanjut ke badan kehormatan (BK), jelas pimpinan akan delegasikan,” tegasnya.

Diakuinya, alokasi anggaran hibah mengalami kenaikan sebesar Rp 6 miliar di APBD Perubahan 2013. Jumlah tersebut bertambah dari anggaran hibah semula di APBD 2013 sebesar Rp 112 miliar.

“Hibah itu menjadi kewenangan Walikota dalam hal memberikan persetujuan atas proposal yang dari awal sudah masuk ke pemkot. Sesuai Permendagri No 32/2011, pengajuan proposal harus menjadi program sebelum tahun anggaran,” jelasnya.

Disampaikannya, proposal-proposal yang masuk tersebut meliputi unsur-unsur yang beragam mulai dari unsur masyarakat, lembaga, masukan, caleg dan elemen lainnya. Hanya saja, semuannya harus sesuai dengan sistem administrasi dari pengajuan proposal, pencairan dan hingga surat pertanggung jawaban (SPj)

“Bilama ada oknum atau lembaga yang itu proses pemanfaatan anggaran tidak direalisasikan atau fiktif bisa melapor ke inspektorat,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPRD YF Sukasno mengatakan pihaknya meminta anggota DPRD dan caleg untuk tidak mengurus pengajuan proposal hibah.

“Tidak usah menjanjikan membawa proposal. Dewan punya kewenangan meneruskan aspirasi masyarakat. Itu kan bisa disampaikan melalui pembahasan di banggar,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge