0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siap-siap! Tempe Langka di Pasaran

Usaha pembuatan tempe (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Solo — Penikmat tempe sebaiknya bersiap kehilangan salah satu makanan favoritnya dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, saat ini saja keberadaan komoditas tersebut mulai berkurang dan bukan tidak mungkin akan terjadi kelangkaan di pasaran.

Hal itu terjadi lantaran para perajin tempe banyak yang menghentikan aktivitas produksi, sebagai dampak melambungnya harga kedelai impor belakangan ini. Dari hasil pantauan di Pasar Legi awal pekan ini, banyak pedagang tempe yang menutup lapak dagangannya.

Selain karena harga kulakannya naik, stoknyapun dalam beberapa hari terakhir cenderung menyusut. Seperti diakui salah seorang pedagang tempe, Parni (56), saat ini pasokan dari perajin turun sekira 50 persen.

Jika dalam kondisi normal pasokan yang diterima bisa mencapai 600 bungkus hingga 700 bungkus tempe perhari, kini hanya 300 bungkus tempe saja perharinya. Selain itu, ukurannyapun juga jadi lebih kecil dari biasanya.

“Bahkan sesuai informasi dari perajin, pasokan tempe akan kosong sampai tiga hari nanti,” ungkapnya, Senin (9/9). Sementara untuk komoditas tahu hingga kini pasokannya masih cukup lancar, hanya ukurannya lebih kecil dari biasanya.

Kondisi yang tak jauh beda turut diakui pedagang tempe lainnya, Suginah (60). Pedagang yang menggelar lapak dagangannya di Pasar Legi ini menyatakan, pasokan tempe dari perajin belakangan mulai berkurang. Bukan itu saja, ukurannyapun cenderung lebih kecil dari semula.

Kendati harga kulakannya lebih mahal, namun dirinya mengaku tidak menaikkan harga jual demi mempertahankan konsumen. Konsekwensinya, laba yang didapatpun jadi terpangkas.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge