0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tangis Haru Kemenangan Perseru

Kemenangan Perseru untuk Ibunda Sang Pelatih

Pelatih Perseru, Roby Manuaraya. (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmaja)

Solo — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Perseru Serui Papua berhasil menginjakkan kaki di kompetisi ISL musim depan. Hasil terebut didapat setelah mengandaskan Persik Kediri 5-4 dalam adu tendangan penalti di semifinal Divisi Utama LI di Stadion Manahan, Minggu (8/9) malam.

Ketika algojo terakhir Perseru, Yoksan Ama mengeksekusi penalti dengan sempurna, seluruh pemain, ofisial, dan pelatih Roby Manuaraya berlari ke tengah lapangan. Mereka larut merayakan keberhasilan Perseru menembus ISL lewat tiket otomatis musim depan. Isak tangis yang penuh haru menjadi pemandangan di Stadion Manahan.

Pasalnya, selain penuh haru karena akan menjadi hari bersejarah bagi persepakbolaan Serui mewujukan ambisi menembus ISL. Faktor lain adalah, kemenangan tersebut dipersembahkan bagi ibunda sang pelatih Roby Manuaraya, yakni Elisabet Fatahan yang berpulang sehari menjelang pertandingan kontra Persik.

“Ini kado istimewa untuk Mama saya yang meninggal kemarin. Saya bersyukur untuk Perseru bisa lolos ke ISL. Saya bersyukur bisa mengalahkan Persik, dengan semangat dan motivasi tinggi para pemain,” ujar Roby sembari menitikkan air matanya, usai pertandingan melawan Persik Kediri Minggu malam.

Dirinya bakal melewatkan laga final bersama anak buahnya melawan Persebaya akhir pekan ini. Lantaran harus kembali ke kampung halamannya. “Saya harus mengurusi pemakaman Mama saya di kampung. Di sini masih ada asisten pelatih dan saya yakin Perseru mampu merebut juara nanti,” pungkasnya.

Perseru memastikan diri lolos ke final sekaligus promosi ISL, usai menyingkirkan Persik Kediri.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge