0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal SK Pemberhentian, DPD I Tuding Hardono Bohong

Hardono (tengah). (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Tengah menilai mantan Ketua DPD II Partai Golkar Solo, Hardono telah berbohong dengan menyatakan belum menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara dirinya. Pasalnya SK tersebut telah diserahkan langsung kepada Hardono pada 5 September lalu.

Kemarin, dalam sesi jumpa pers di kantor DPD Golkar Solo, Hardono menyatakan hingga Minggu (8/9), pihaknya mengaku belum menerima SK pemberhentian sementara sebagai Ketua DPD II. Hardono menilai alasan pemberhentian sementara dirinya sebagai Ketua DPD II juga tidak relevan.

“SK itu sudah diterima oleh Hardono melalui Sekretaris DPD I, tanya saja sekretaris DPD I nanti ketahuan siapa yang benar kemarin itu. Kita kan sebenarnya mau membungkus, rupanya enggak mau dibungkus,” kata Ketua DPD I Golkar Jateng, Wisnu Suhardono saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (9/9).

Lebih jauh, pihaknya menjamin tidak ada kekeliruan dalam SK pemberhentian Hardono tersebut. Jika ada kekeliruan, Wisnu mengaku siap bertanggung jawab. “Saya jamin. Kalau ada kekeliruan di DPD I saya jaminannya. Hardono saja yang ngawur,” tegasnya.

Disinggung terkait mosi tidak percaya oleh sejumlah Pimpinan Kecamatan (PK) yang sempat muncul dalam salinan SK pemberhentian Hardono yang beredar di kalangan wartawan, Wisnu menyatakan hal itulah yang sebenarnya mau dibungkus oleh DPD I.

“Itu kan yang sebenarnya mau saya bungkus, tapi kan dalam SK harus disebutkan alasan itu. Wong dia kan kader, kasihan kan,” jelasnya.
Wisnu menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera ke Solo untuk memperjelas masalah yang ada dan bertemu pengurus Golkar Solo lainnya.

“Saya jadwalkan Sabtu (14/9) pagi, sebagai Plt Ketua DPD II kan saya juga harus bertemu Plt Harian , PK dan dan pimpinan kelurahan,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris DPD I Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono menyatakan secara de facto dan de jure, Hardono sudah diberhentikan sebagai Ketua DPD II Golkar Solo melalui SK No 11/Golkar I/IX/2013 tertanggal 2 September 2013. SK tersebut diserahkan langsung ke Hardono dalam acara pengukuhan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) pada 5 September 2013.

“Kalau Hardono mengaku belum menerima, mungkin dia sedang lupa. Maklum kan mungkin sedang banyak masalah,” tukasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge