0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kalangan DPRD Pesimistis Kelanjutan Pengelolaan Putri Cempo

Ketua DPRD Solo, YF Sukasno melakukan inspeksi mendadak ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Kalangan DPRD Solo pesimistis atas keberlanjutan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di tangan investor. Pengelolaan oleh investor dinilai tidak menunjukkan kejelasan.

Anggota Komisi II, Yulianto Indratmoko menjelaskan pengeloaan TPA Putri Cempo oleh investor melalui mekanisme yang terlalu rumit. Terlebih dengan campur tangan pemerintah pusat, pengelolaan oleh investor justru semakin tidak jelas.

“Saya pesimistis Putri Cempo mendapat investor. Sulitnya aturan terlalu rumit dan terlalu tersistimatik. Contoh ikut campur tangan Bappenas juga masalah keterlibatan perhitungan melalui BPK. Investor tidak ada kemudahan untuk masuk karena di sana terlalu banyak persyaratan,” katanya kepada wartawan, Minggu (8/9).

Menurutnya, investor diharuskan memenuhi segala syarat pengelolaan TPA. Sementara, Bappenas sendiri tidak memahami sungguh-sungguh kondisi yang terjadi di TPA Putri Cempo.

Daripada menunggu proses pengelolaan investor yang tidak jelas, Yulianto menyarankan Pemkot agar lebih berkonsentrasi mengelola TPA Putri Cempo secara mandiri. Pengelolaan mandiri itu dilakukan dengan menambah alat berat.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD, Supriyanto mengatakan seharusnya Feasibility Study (FS) TPA Putri Cempo selesai tahun lalu dan dapat dilelang tahun ini.

“Kami sayangkan sampai saat ini FS belum selesai. Untuk alokasi FS di 2012 itu tidak sedikit. Sementara, di akhir 2012 sudah ada alokasi anggaran guna persiapan lelang sekitar Rp50 juta. Akhirnya kembali ke kas daerah,” jelasnya.

Pihaknya sepakat pengelolaan TPA Putri Cempo dikelola oleh pemerintah melihat proses FS yang tidak kunjung selesai.

”Untuk pengelolaannya diharapkan mengandalkan anggaran dari pusat. Pemerintah pusat menyatakan siap untuk membiayai pengelolaan sampah ke depan dari hulu sampai hilir,” pungkas dia.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge