0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuhan di Banyudono, Korban dan Tersangka Sama-sama Pendiam

Jenazah pegawai Pasar Pengging yang jadi korban pembunuhan dievakuasi petugas (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Peristiwa berdarah Sabtu dini hari (7/9) yang mengemparkan Dusun Banyudono hingga kini menjadi perbincangan hangat tetangga korban dan tersangka. Warga tidak menyangka tersangka akan senekat itu membantai korban. Apalagi di kalangan masyarakat keduanya dikenal sebagai sosok pendiam.

Wahyu Iskandar (28), tersangka pembunuhan Ebundoro (44), yang notebene tetangganya sendiri, hampir saja menjadi korban kemarahan warga bila yang tersangka tidak segera menyerahkan diri. Pasalnya, saat tersangka belum menyerahkan diri, keluarga korban dan masyarakat sudah kebingungan mencari keberadaan korban.

“Untung tersangka pintar mengelabui warga, sebelum warga tahu kalau korban dia bunuh, tersangka sudah menyerahkan diri ke polisi,” ungkap Agus Salim,salah satu tetangga, Minggu ( 8/9 ).

Diceritakan juga,Sabtu pagi pukul 05.00 WIB, tersangka sempat membeli rokok di warung kelontong istri korban, Tatik. Tersangka saat itu bahkan mengembalikan jam tangan, handphone korban dan menyelipkan kunci pintu rumah korban. Tatik, sang istri, sempat menanyakan kenapa barang-barang suaminya ada pada tersangka. Tersangka berdalih habis diajak korban jalan-jalan ke Lapangan (barat rumah) dan menitipkan barang-barang itu.

“Kami sempat mencari ke lapangan, kuburan, tapi tidak ketemu, ternyata dibunuh si Wahyu,” ungkap salah satu warga.

Selain itu, menurut salah satu warga, Luwarno, Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, ada warga mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban. Sempat ditanyakan ke istri tersangka yang saat itu kebetulan keluar rumah.

“Istrinya tersangka menjawab kalau suaminya sering ngelindur kalau tidur,” ungkap Luwarno.

Jenazah korban sendiri langsung di makamkan Sabtu malam seusai diotopsi. Pihak keluarga berharap tersangka dihukum berat. Tersangka sendiri dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa pembunuhan yang menimpa Ebundoro, PNS UPTD Pasar Pengging, terjadi Sabtu dini hari. Korban dibunuh dengan cara dipukul kepalanya pakai balok kayu oleh tersangka.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge