0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, Ratusan Perajin Tahu dan Tempe Mogok Produksi

Ribuan pengrajin dan pedagang tahu-tempe menggelar aksi demo di jalan menuntut diturunkannya harga kedelai tahun lalu. (Foto Ilustrasi) (dok.timlo.net/iwan kawul)

Sukoharjo — Para perajin tempe dan tahu dari Sukoharjo dan sekitarnya, berencana melakukan aksi mogok produksi dan turun ke jalan di Tugu Kartasura, Senin (9/9).

Aksi tersebut untuk menuntut pemerintah agar segera menyetabilkan harga kedelai akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Diketahui saat ini harga kedelai semakin melambung, membuat para perajin tahu maupun tempe kedelai megap-megap.

Joko Jumari Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu Sumber Rejeki Purwogondo, Kartasura mengatakan, saat ini para perajin tahu dan tempe sangat terbebani dengan tingginya harag kedelai. Selain itu, akibat melambungnya harga tersebut, kedelai semakin langka ditemukan di pasaran.

Sejak harga kedelai melambung, mereka terpaksa mengerem produksi untuk menstabilkan neraca keuangan mereka. Terlebih saat harga kedelai mulai menginjak harga Rp 9500 per kilogram, para perajin harus melupakan keuntungan.

“Sejak mulai naik, biaya produksi kami bertambah. Naiknya dua ribu. Sementara kita butuh kedelai dua kuintal perhari. Jadi tambahan produksi dua ratus ribu. Berapa jumlah yang harus ditomboki,” ujarnya.

Imbas kenaikan harga kedelai sangat terasa di Purwogondo menyusul wilayah tersebut merupakan sentra industri tahu. Hampir seluruh warga yang tercatat ada 30 pengrajin induk dan ratusan perajin kecil di wilayah Purwogondo.

Atas kondisi itulah, para pengrajin tahu di Purwogondo memutuskan untuk melakukan aksi pada Senin (9/9). Joko mengatakan bahwa untuk aksi tersebut rencananya akan diikuti oleh setidaknya 500 orang yang terdiri dari perajin tahu dan tempe dari Sukoharjo, Boyolali, Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge