0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Linmas Pertanyakan Pemberlakuan Perwali tentang Satlinmas

Ilustrasi Linmas. (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Sejumlah anggota perlindungan masyarakat (Linmas) di Kota Bengawan mempertanyakan kejelasan pemberlakuan (Perwali) N0. 58A/2012 tentang Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Dalam Perwali itu disebutkan usia Linmas adalah 19-56 tahun dan pendidikan minimal SMP. Perekrutan Linmas muda dinilai tak mudah dilakukan.

Anggota Linmas Kelurahan Sriwedari, Mujiono mengaku tidak terlalu memikirkan wacana pembatasan usia Linmas sesuai yang diatur dalam Perwali. Pasalnya rencana pemberlakuan Perwali tersebut sebenarnya sempat beberapa waktu lalu. Hanya kemudian implementasinya kemudian tidak jelas.

“Kalau mau tetap dipakai ya mangga. Kalau tidak ya sudah. Saya tidak memikirkan itu,” katanya kepada wartawan, Minggu (8/9).

Terlebih, pihaknya sangsi aturan perwali soal peremajaan Linmas dapat dilakukan. Menurutnya minat anak-anak muda untuk menjadi anggota Linmas sangat minim. Apalagi dengan honor Linmas yang belum mencapai Upah Minimum Regional.

“Kalau dicari yang muda saya kira belum tentu mau. Karena kan honor yang ditawarkan belum UMK,” tutur Linmas yang sudah berumur 60 tahun ini.

Senada, Sutopo (61 th), anggota Linmas Kelurahan Manahan mengungkapkan dirinya pasrah jika Perwali yang membatasi usia Linmas diberlakukan.

“Saya jadi Linmas kan ingin mengabdi saja. Kalau mau dibatasi ya saya tidak masalah. Namun, harapan saya ada semacam penghargaan dari Pemkot,” kata Linmas yang sudah mengabdi sejak 1972.

Terkait rekruitmen, pihaknya menilai merekrut Linmas muda tidaklah mudah dilakukan. Di kelurahan Manahan saat ini kebanyakan di dominasi usia tua.

“Kalau di sini paling muda usia 32 tahun, kebanyakan berusia 45 tahun ke atas,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge