0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tato Expo Direncanakan Jadi Agenda Tahunan

Solo Skin Art Exhibition (SSAE) #2 di taman Budaya Jawa Tengah. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Solo Skin Art Exhibition (SSAE) #2 yang digelar di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) beberapa waktu yang lalu mendapat perhatian khusus dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo. Pasalnya, even yang telah menginjak kali kedua itu direncanakan akan mengisi Calender of Cultural Event Kota Solo.

Kepala Disbudpar Solo, Widdi Srihanto mengatakan meski tattoo masih dianggap miring oleh sebagian masyarakat namun tak dapat dipungkiri, seni rajah tubuh tersebut makin digandrungi oleh banyak orang. Adu kreatifitas antar seniman tattoo juga perlu mendapatkan apresiasi khusus.

“Seni tattoo ini makin lama makin mendapat tempat dihati masyarakat. Terbukti, makin banyak orang yang menyukainya. Berangkat dari ini SSAE kemungkinan bisa dimasukkan kedalam Calender of Cultural Event Pemkot Solo,” papar Widdy Sabtu (7/9) malam.

Meski begitu, jelas Widdy, semua harus sesuai dengan prosedur pelaksanaan. kegiatan itu perlu memenuhi kriteria seperti kepentingan pariwisata, filosofi budaya dan konsistensi pelaksanaanya.

“Ada kriteria khusus untuk masuk kedalam Calender Even Pemkot Solo, salah satunya adalah keseriusan dan konsistensi akan penyelenggaraan even tersebut,” terang Widdy.

Kegiatan kawula muda Solo itu, lanjut Widdy, berpotensi menjadi daya tarik wisatawan baik  turis domestik maupun macanegara. Diharapkan para wisatawan dapat mengenal ragam budaya di Solo.

“Bukan kegiatan budaya tapi pariwisata. Harapannya, dengan kegiatan seperti itu, wisatawan bisa lebih mengenal lainnya Kota Solo selain dari segi budayanya,” imbuhnya.

Terpisah, Panitia Pelaksana SSAE #2, Ezra Ariansyah mewakili komunitasnya, menyambut positif dengan apresiasi Pemerintah kota (Pemkot) Solo apabila Tatto Expo masuk dalam daftar agenda Calender of Cultural Event Kota Solo. Sehingga melalui perhatian Pemkot atas kegiatan tersebut, diharapkan dapat membantu menepis pandangan negatif masyarakat tentang seni rajah tubuh tersebut.

“Kami senang dengan perhatian pemkot, dan semoga bisa membantu kami. Selama ini kita berusaha mengikis stigma negatif tentang komunitas tato,” pungkasnya.

sumber  : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge