0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sahabat Munir Tagih Janji SBY

Aksi sahabat Munir. (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Aksi damai renungan malam yang dilakukan puluhan sahabat Munir di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Secara tegas dalam aksi tersebut Sahabat Munir menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah mengatakan kasus terbunuhnya aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Muir Said Thalib merupakan percobaan sejarah besar Indonesia.

“Dalam rangka memperingati 9 tahun almarhum, kami tidak hanya memperingati kami juga mengingatkan kepada pemerintah kasus penyelidikan pembunuhan Munir, 9 tahun lalu SBY bilang kasus Munir merupakan percobaan sejarah bagi Indonesia dan belum terealisasi hingga saat ini,” ujar Chris Biantoro perwakilan KontraS dalam sahabat Munir, Sabtu (7/9).

Chris yakin masih banyak nama-nama lain yang terlibat dalam pembunuhan pejuang HAM tersebut, dan dirinya menduga pihak pemerintah tidak menyembunyikan orang-orang tersebut.

“Kami yakin masih banyak nama-nama lain yang diduga kuat terlibat di dalam kasus Munir.

Di dalam laporan tim pencari fakta saat ini laporannya ada di Presiden SBY tapi tidak dituntaskan. Misalnya orang-orang yang pada saat Munir dibunuh itu harusnya diperiksa,” tandasnya.

Dirinya pun melihat ada kesan untuk menutup kasus terbunuhnya Munir 9 tahun lalu.

“Beberapa kali kami coba ingatkan kepada SBY bertemu secara langsung mungkin hingga saat ini dia lupa dengan kasus Munir. Baik pesan-pesan tertulus atau tidak jawabannya hanya komitmen tapi komitmen itu belum terealisasi hingga saat ini,” keluhnya.

Selain itu dalam aksinya Sahabat Munir juga mendesak SBY pertama Menindaklanjuti rekomendasi Komisi HAM PBB pada 26 Juli 2013 dan membongkar kasus ini. Kedua mendorong Kejaksaan Agung agar segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara Muchdi Pr.

Ketiga Kejaksaan membuka rekaman suara percakapan antara mantan Deputy V BIN Muchdi PR dengan terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto, agar dijadikan sebagai Novum atau bukti baru dan terakhir menghidupkan kembali TIM Munir di Kepolisian untuk menindaklanjuti berbagai fakta yang telah ditemukan yang memperlihatkan adanya aktor-aktor lain selain Pollycarpus dan Muchdi PR.

Dalam aksi ini sendiri pihak Kepolisian Polsek Menteng tidak melakukan pengamanan khusus, melainkan hanya mengawasi dengan menerjunkan 50 anggotanya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge