0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sehari, 2 Rumah Ludes Dilalap Api

Warga tengah membersihkan puing-puing sisa kebakaran. (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Kebakaran rumah melanda dua tempat di wilayah Sragen. Di antaranya rumah Muhammad Nakim (35), warga Dukuh Ngrombo, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen, ludes terbakar.

Penyebab kebakaran diduga korban lupa mematikan tungku saat meninggalkan rumah saat bekerja. Kendati tidak menelan korban jiwa, para anak-anak korban terancam kehilangan masa depannya, lantaran seluruh ijazah sekolah ludes terbakar.

Selain surat berharga, juga perabot rumah tangga dan barang elektronik lainnya. Akibat kejadian itu korban menelan kerugian sekitar Rp 20 juta.

Informasi yang dihimpun Sabtu (7/9) menyebutkan, kebakaran itu diketahui saksi saksi Sugiyono (80) dan Parjono (50). Saat rumah berukuran 8 x7 m ditinggal kerja dan sekolah mendadak api menyala dari temat tinggal korban tersebut. Kendati para warga bergotong-royong memadamkan api, perabot dan barang berharga tak bisa diselamatkan.

Kebakaran serupa juga menimpa Saidun (43), warga Punden RT 14, Karangjati, Kalijambe, Sragen.Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 35 juta.

Rumah berukuran 8 x 12 meter yang berdinding tembok kayu itu ludes terbakar. Konstruksi rumah yang mayoritas terbuat dari kayu membuat api dengan cepat melahap tanpa bisa dikendalikan lagi. Insiden kebakaran terjadi saat rumah kosong. Semua penghuni dan pemilik rumah sedang bepergian. Diduga kuat, api bersumber dari kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan api tungku di dapur.

Selang setengah jam kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Damkar Sragen tiba di lokasi. Berkat kerja keras pemadam dibantu warga, api baru bisa dipadamkan. Namun semua sudah terlanjur terbakar dan rumah sudah luluh lantak. Akibat insiden itu, pemilik rumah mengalami kerugian mencapai Rp 35 juta.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando melalui Kasubag Humas, AKP Sri Wahyuni, mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran diduga bermula dari kealpaan pemilik untuk mematikan api di tungku dapur.

“Namun untuk memastikan penyebab kebakaran, masih menunggu hasil resmi dari penyidikan. Atas kejadian ini, kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap ancaman kebakaran, mengingat cuaca panas sangat rentan terjadi kebakaran. Yang penting, selalu cek jaringan listrik, jauhkan dari sumber api, dan ketika akan bepergian pastikan tidak ada sumber api, baik di dapur atau di sekitar rumah yang masih hidup,” jelas AKP Sri Wahyuni.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge