0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kekeringan: Warga Lereng Merapi Turun Gunung, Mandi dan Nyuci di Sungai

Warga rame-rame mencuci dan mandi di sungai (dok.timlo.net/rori)

Klaten —  Akibat musim kemarau yang sudah terjadi sekitar 2 bulan ini, warga di kawasan lereng Gunung Merapi di Klaten sudah mengalami krisis air bersih, sehingga mereka kini mulai turun gunung mencari sumber air bersih. Mereka beramai-ramai mencuci dan mandi di sebuah sungai di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten.

Sungai yang mengalir dari sisa mata air alami itu setiap hari selalu dipenuhi warga untuk mencuci pakaian maupun mandi. Selain warga sekitar, warga yang memanfaatkan air sungai itu sebagian adalah warga dari kawasan lereng Merapi, yaitu dari daerah Jatinom. Dengan menggunakan sepeda motor warga yang mayoritas kaum ibu itu setiap hari membawa pakaian kotor untuk dicuci.

Meski jarak dengan tempat tinggalnya cukup jauh, mencapai sekitar 10 kilometer, namun hal itu tetap dilakukan karena di wilayahnya saat ini sedang krisis air bersih. Sehingga warga sangat sayang jika menggunakan air bersih cadangan di rumah untuk mencuci pakaian ataupun mandi.

Pujiyanti (31), salah satu warga Desa Beteng, Jatinom mengaku setiap hari selalu datang ke sungai untuk mencuci dan mandi, sedangkan untuk keperluan di rumah dirinya terpaksa membeli air bersih dari tangki swasta. “Karena terbatasnya air bersih di rumah setiap hari saya selalu pergi ke sungai ini, sedangan untuk kebutuhan makan dan minum di rumah kami harus membeli air tangki seharga Rp 80 ribu untuk satu tangki,” ungkap Pujiyanti kepada Timlo.net, Sabtu (7/9).



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge