0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nelayan Wonogiri Keluhkan Serangan Lumba-lumba

Pantai Paranggupito Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Dalam satu tahun, kawanan lumba-lumba disebut telah merusak jaring para nelayan di Kecamatan Paranggupito Wonogiri, 5 sampai 6 kali. Kawanan lumba-lumba itu bermaksud memakan ikan yang tersangkut jaring, hingga membuat jaring robek atau menjadi kusut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Wonogiri, Sucipto mengatakan hal itu, Jumat (6/9). “Rata-rata yang rusak itu jaring dengan panjang 90 meter. Kalau beli harganya Rp 125.000. Biasanya, ikan tongkol yang tersangkut dalam jaring dimakan lumba-lumba. Nah, ulah lumba-lumba itu membuat jaring berlubang karena dilewati kawanan lumba-lumba. Satu kawanan bisa 15 sampai 20 ekor,” ujar Sucipto.

Begitu telah rusak, nelayan tak cuma merugi jaring. Ikan yang sebenarnya sudah tertangkap menjadi habis dimakan. Dalam satu jaring ukuran itu, hasil tangkapan ikan bisa setengah hingga satu kuintal.

“Selain jaring rusak, nelayan juga tidak mendapat tangkapan ikan apapun. Semua pasti habis dimakan lumba-lumba, ” jelasnya.

Kawanan lumba-lumba tersebut menurut dia, tidak setiap hari melintas di perairan sekitar Wonogiri. Dalam beberapa bulan baru akan datang lagi. Meski begitu sulit untuk mendeteksi keberadaan mereka karena jaring dipasang di perairan dalam. “Terakhir merusak sekitar sebulan sebelum Puasa kemarin, ” pungkas Sucipto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge