0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Warga Lanjaran Andalkan Goa Jepang

Warga mencari air di Goa Jepang (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim kemarau, sejumlah warga di wilayah Lereng Gunung Merapi mulai mengalami krisis air bersih. Sumber air yang diambil dari lereng Merapi sudah mulai menyusut. Bagi warga Lanjaran, Musuk, Boyolali keberadaan sumber air di Goa Jepang sangat membantu mengatasi krisis air selama musim kemarau. Pasalnya, sumber air yang berada didalam jurang dengan ketinggian 70 meter airnya tidak pernah surut.

Sudah sejak lama, sumber air Goa Jepang dimanfaatkan 500-an warga di Desa Lanjaran untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Goa Jepang ini sendiri jaraknya 1 kilometer dari perkampungan terdekat. Selain itu, medan menuju ke Goa Jepang sangat sulit dan terjal. Namun tidak menyurutkan warga untuk mengambil air. Hanya saja, warga yang mengambil air paling banyak hanya mampu mengambil satu hingga dua derigen saja. Air dari Goa Jepang sendiri dimanfaatkan warga untuk mandi, masak dan mencuci. Wargapun biasanya mengambil air pada pagi dan sore hari.

“Paling banter saya hanya dua kali mengambil air dengan derigen, medanya sangat berat,tidak kuat kalau mengambil banyak,” ungkap Purwanto, warga Desa Lanjaran ditemui di lokasi, Jumat (6/9).

Hal senada diungkapkan Agus, sumber air Goa Jepang menjadi andalan bagi warga saat musim kemarau. Diakui, selama ini warga Lanjaran banyak memanfaatkan sumber air dari Lereng Merapi, hanya saja saat kemarau, debit air menyusut.

“Sumber airnya menyusut, andalan kita ya Goa Jepang ini, airnya tidak pernah surut,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge