0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Hardono Diberhentikan dari Ketua DPD Golkar Solo

Solo — Kabar mengejutkan datang dari Partai Golkar Solo. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Solo, Hardono diberhentikan sementara dari jabatannya. Untuk sementara waktu, jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Solo dipegang oleh Ketua DPD I Jawa Tengah, Wisnu Suhardono.

Informasi yang diterima Timlo.net, Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara Hardono sebagai Ketua DPD II Golkar Solo dikeluarkan DPD I Partai Golkar Jawa Tengah per 2 September 2013. Dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono membenarkan perihal pemberhentian sementara Hardono.

“Mencermati perkembangan Golkar di Solo dalam arti mencermati perkembangan partai lain di Solo dan Dapil V Jateng umumnya, sebagai Ketua DPD I, saya mengambil keputusan untuk sementara memimpin Golkar Solo,” kata Wisnu kepada wartawan, Jum’at (6/9).

Pemberhentian sementara Hardono, terang Wisnu, untuk memberi kesempatan kepada Hardono berkonsolidasi secara intern terkait pencalonannya sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Golkar. Hardono tercatat sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V (Solo, Boyolali, Sukoharjo, Klaten).

“Agar tidak mengganggu roda partai dalam kapasitasnya sebagai Caleg DPR RI dan bisa konsentrasi penuh. Kira-kira begitulah,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberhentian sementara Hardono merupakan hal biasa dan juga bagian dari stategi partai berlambang beringin ini dalam upaya memenangkan pemilu legilsatif 2014. SK pemberhentian Hardono, tambah Wisnu, sudah diserahkan ke Pengurus DPD II Partai Golkar Solo melalui Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah.

Wisnu menegaskan, pemberhentian Hardono dari jabatannya bersifat sementara. Jika sudah kondusif nantinya akan dikembalikan lagi. “Kalau kondusif ya nanti dikembalikan lagi atau bisa penunjukkan orang lain. Ini sementara, belum permanen,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris DPD II Partai Golkar Solo, Djaswadi mengaku belum menerima SK soal pemberhentian Hardono. “Saya belum bisa menjelaskan, sampai saat ini saya belum menerima (SK),” ujarnya singkat.

Sementara, kabar yang santer beredar di luar, Hardono diberhentikan lantaran masalah pribadi yang membelitnya. Dua nomor handphone Hardono juga tidak aktif ketika coba dikonfirmasi oleh wartawan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge