0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Omzet Turun 50%

Rupiah Melemah Pukul Distributor Kedelai

Pedagang kedelai di Pasar Kota Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Solo – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) belakangan ini telah berdampak luas ke berbagai sektor ekonomi. Salah satu sektor usaha yang turut merasakan pukulan telak atas kondisi tersebut, yakni distributor kedelai.

Diakui salah seorang distributor kedelai pemilik CV Sumber Baru, Johan, Jumat (6/9), melemahnya rupiah dalam beberapa pekan terakhir telah berimbas pada mahalnya harga komoditas kedelai impor. Tak pelak, omzet usahapun turun drastis mencapai 50 persen.

Akibat melambungnya harga, distributor terpaksa harus menjual kedelai ke pelanggan sebesar Rp 8800 perkilogram. Dari hasil analisis Johan, setiap penurunan nilai tukar Rp 100, harga kedelai naik Rp 50 perkilogram.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya berharap pemerintah bisa segera menstabilkan nilai tukar rupiah, sehingga harga kedelai kembali normal. Kendati tak bisa dipungkiri untuk mengembalikan nilai tukar rupiah ke posisi semula tak cukup mudah.

Khusus untuk mengatasi gejolak harga kedelai, Johan mengatakan pemerintah bisa menghapus bea masuk kedelai impor sebesar lima persen sementara waktu. Cara ini paling tidak bisa mengurangi beban pelaku usaha kedelai.

Akibat melambungnya harga kedelai impor di pasaran, pasokan komoditas tersebut kerapkali telat sampai ke tangan distributor. Tak pelak, stok kedelai di gudangpun menyusut. Johan mengaku, jika biasanya CV Sumber Baru menerima pasokan 15 ton hingga 20 ton kedelai impor perhari, belakangan hanya mendapat 5 ton perhari.

Sementara itu, Sekretaris Tim Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo, Arif Nazaruddin, menyatakan saat ini pasokan kedelai relatif lancar. Mayoritas kedelai yang masuk ke wilayah Soloraya merupakan produk impor yang didatangkan dari Semarang dan Surabaya.

“Soal pasokan nggak ada masalah. Kalaupun saat ini terjadi gejolak harga, hal itu lebih dipengaruhi pelemahan rupiah,” kata pria yang juga menjabat sebagai Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge