0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Evaluasi Lipio, Dikpora Solo Kumpulkan Semua Kepala Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Etty Retnowati (dok.timlo.net/dhefi)

Solo —  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo tengah merumuskan sanksi yang akan diberikan pada sekolah yang terlibat tawuran antar pelajar. Semua kepala sekolah akan dikumpulkan untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Tawuran yang terjadi selama 2 hari, Rabu (4/9) dan Kamis (5/9) kemarin dipicu hanya karena pertandingan sepakbola antar pelajar dalam Liga Pendidikan Indonesia (Lipio) di Stadion Sriwedari. Puluhan siswa dari sejumlah sekolah menggeruduk dan melempari gedung SMK Murni pada hari Rabu. Sedang pada Kamis giliran gedung SMAN  6 Solo yang jadi korban.

“Kami melakukan evaluasi, apakah di tahun depan masih perlu lagi ada kompetisi atau tidak, kami akan kita panggil dulu semua kepala sekolah untuk membahas ini,” kata Kepala Disdikpora Kota Solo, Etty Retnowati kepada wartawan, Jumat (6/9) saat menyaksikan pertandingan final Lipio antara SMAN  6 Solo melawan SMA Batik 2 Solo.

Dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kompetisi sepak bola khusus pelajar ini hampir selalu diwarnai kericuhan. Sebelumnya, di tahun 2011 juga terjadi hal serupa.

“Kalau tahun 2011 malah lebih ramai dari ini, makanya akan kami evaluasi lagi, perlu apa tidak liga Lipio digelar,” ungkapnya.

Terhadap kemungkinan diberikannya sanksi kepada sekolah yang terlibat dalam tawuran, Etty tidak bisa serta merta memutuskannya. Ia masih membutuhkan masukan dari pihak-pihak sekolah sebelum merumuskan sanksi yang tepat.

Namun dirinya mengisyaratkan akan memberikan sanksi kepada sekolah yang terlibat dalam tawuran. Terkait bentuk sanksi yang akan dikenakan, pihaknya belum bisa memberikan gambarannya.

Dari sisi materi kompetisi, Etty juga mengkritik panitia penyelenggara. Salah satu penyebab terjadi aksi saling ejek dan memanasnya suporter karena sistem pertandingan yang menggunakan sistem gugur.

“Mungkin kalau sistemnya setengah kompetisi lain lagi ceritanya,” jelasnya.

Dari hasil evaluasi yang melibatkan kepala sekolah SMA se-Kota Solo akan dijadikan acuan untuk menentukan keputusan kedepan. Harapannya, kejadian tawuran antar pelajar tidak akan terulang lagi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge