0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gara-gara Tak Boleh Masuk Gerbong KA

Dilarang Jualan di KA, Pedagang Asongan Mencaci Polsuska

Pedagang asongan dihalangi masuk gerbong kereta api, di Stasiun Klaten (dok.timlo.net/rori)

Klaten — Setelah beberapa hari sempat dibiarkan berdagang di dalam kereta api, para pedagang asongan di Stasiun Klaten, Jumat (6/9) pagi, kembali dihalangi Polsuska masuk ke gerbong KA Sri Tanjung. Akibatnya sejumlah pedagang terlibat adu mulut dengan petugas Polsuska yang melarang mereka naik ke gerbong.

Ketegangan berawal saat belasan pedagang asongan kembali nekat masuk ke gerbong KA Sri Tanjung jurusan Lempuyangan, Yogyakarta – Banyuwangi yang tiba di Stasiun Klaten. Seorang petugas Polsuska yang mencoba melarang pedagang naik sempat terlibat adu mulut dengan para asongan.

Meski tak sampai terjadi kericuhan, namun suasana sempat tegang karena para pedagang terus berteriak-teriak mencaci para petugas. Sejumlah wartawan yang hendak mengambil gambar sempat dihalangi oleh oknum petugas Polsuska.

Ketegangan berakhir setelah KA Sri Tanjung melaju untuk melanjutkan perjalanan menuju arah Solo, akibatnya hanya sebagian dari pedagang asongan yang bisa naik ke atas gerbong, sedangkan sebagian pedagang kembali menunggu di Stasiun Klaten.

Seorang pedagang, Yuni (35) mengatakan mereka tetap akan nekat berjualan di atas gerbong meski dilarang PT KAI. “Kami tetap akan berjualan di gerbong KA Ekonomi, demi mencari sesuap nasi untuk keluarga kami,” ujar Yuni kepada Timlo.net.

Sementara itu, pihak PT KAI sendiri tetap akan melakukan tindakan dan melarang pedagang berjualan di atas gerbong karena semua sudah berdasarkan aturan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge