0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bulog Surakarta Ajukan 3000 Ton Pasokan Kedelai Impor

Pedagang kedelai. (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto.)

Solo — Perum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) III Surakarta baru-baru ini mengajukan 3000 ton pasokan kedelai impor ke kantor pusat. Hal itu menyusul keluarnya izin impor 20 ribu ton kedelai dari Kementerian Perdagangan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Edhy Rizwan, Perum Bulog akhirnya mendapat izin impor 20 ribu ton kedelai dari Kementerian Perdagangan. Terkait hal itu, Bulog Subdivre III Surakarta pun mencoba mengajukan pasokan untuk pemenuhan kebutuhan daerah.

“Kami kemarin mengajukan. Kebutuhan kita itu kan satu bulannya sebanyak 11.300 ton di Soloraya. Jadi asumsi kami yang diajukan 3000 ton,” katanya, Jumat (6/9).

Pemenuhan kebutuhan kedelai dari komoditas impor ini sebagai bentuk pengamanan harga dan distribusi kedelai di daerah, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2013. Adapun untuk pemasarannya sendiri, Bulog bekerjasama dengan Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti).

“Pemasaran wajib lewat Primkopti. Kalau untuk harga jual kami belum tahu, tapi sesuai instruksi Kementerian Perdagangan sebesar Rp 7450,” ucap Edhy Rizwan.

Sementara itu, saat ini Bulog Subdivre III Surakarta juga tengah gencar memburu komoditas kedelai lokal di sejumlah daerah sentra produksi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pengamanan harga, mengingat belakangan nilai jual kedelai impor cenderung melambung.

Penyerapan kedelai sendiri, menurut Edhy Rizwan, sementara ini cenderung difokuskan di wilayah Wonogiri. Setidaknya ada tiga tempat yang saat ini dalam pengamatan pihak institusi, yakni Bangunharjo, Gambiranom dan Baturetno.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge