0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kampus Pemberdayaan Perempuan

Ibu-ibu Kaum Marjinal Solo Kini Bisa Kuliah Gratis

Ibu-ibu sedang mengikuti kuliah perdana di Kampus Pemberdayaan Perempuan, di Gilingan, Banjarsari, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Fastabaqul Khoirot (Faskho) Kota Solo bekerjasama dengan Rumah Simbah Sukoharjo membentuk Kampus Pemberdayaan Perempuan bagi Ibu-ibu kaum marjinal di Kota Solo. Sekitar 50 orang hadir dalam acara pembukaan yang dipusatkan aula kampus Kampus Pemberdayaan Perempuan, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (5/9) siang.

Ketua Faskho Solo, Budi Iriyono mengatakan, pembukaan kuliah perdana bagi kaum marjinal pertama kali dilakukan di Kota Solo, bahkan kali pertama di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya bagi kaum marjinal.

”Untuk mengawali kuliah perdana ini kami mengundang Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Solo sebagai pembicara,” kata Budi, Kamis (5/9).

Menurutnya, Kampus Pemberdayaan Perempuan Surakarta mempunyai misi memperdayaan dan memandirikan ibu-ibu kaum marjinal kearah yang lebih baik. Mereka yang masuk ke kampus ini nantinya akan diberikan penyuluhan, pengembangan bakat dan di latih berketrampilan. Sehingga diharapkan kedepan mereka bisa lebih baik dan bisa meningkatkan ekonominya.

Sementara itu, Pembina Kaum Marjinal Kota Solo, Mbah Wono mengemukaan sistem pembelajaran dalam kampus pemberdayaan kaum marjinal ini dibagi beberapa bagian. Diantaranya kuliah umum enam kali dalam seminggu dan praktek lapangan setiap dua minggu sekali. Bahkan tempat praktek dan bahannya semuanya gratis disediakan oleh pengelola Kampus.

”Meski kampus ini banyak dihuni oleh kaum marjinal, tetapi para pengajarnya semua dari Semarang, Yogya, Solo dan Jakarta,” jelas Mbah Wono.

Penyelenggaraan kuliah perdana tersebut diisi oleh Penyuluh Agama KUA Kota Solo, Imam Supardi. Dirinya memaparkan tentang masalah nikah bagi kaum marjinal. ”Silahkan bagi ibu-ibu yang ingin nikah di KUA semuanya gratis, hanya dengan Rp30.000 untuk biaya administrasi saja, selain itu tidak ada. Tapi awas jangan sekali-kali lewat calo,” tegas Imam di hadapan para mahasiswanya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge