0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sosiolog UNS: Historis Kekerasan Suporter Harus Dikendalikan

Dr Drajad Tri Kartono MSi (dok.timlo.net/facebook)

Solo — Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Drajad Tri Kartono MSi menyatakan bahwa historis kekerasan supporter harus dikendalikan dan dicegah.

“Kalau tidak, maka akan terulang kembali kejadian bentrok antar suporter. Bahkan tidak hanya sebatas supporter sepakbola tetapi juga pada olahraga lain,” jelas Drajar Tri Kartono saat diminta komentarnya dari sisi sosiologi terkait kericuhan supporter Kesebelasan Persis Solo dan PSS Sleman, di Kampus UNS, Solo, Kamis (5/9).

Drajad mengakui bahwa maraknya bentrok antar suporter sepakbola di Indonesia dinilai memang tidak terlepas dari historis kekerasan suporter di Indonesia. Ia mencontohkan, perseteruan antar suporter Persebaya Surabaya dengan suporter Arema Malang, suporter Persija Jakarta dengan suporter Persib Bandung sudah bukan  menjadi rahasia umum lagi. Bila kedua kesebelasan tersebut bertemu maka sudah dapat diprediksi kemungkinan terjadinya kericuhan antar suporter.

Lebih lanjut Drajad mengatakan bahwa ada beberapa poin penting terkait bentrokan suporter kenapa terjadi, hal itu diantaranya disebabkan aturan yang tidak tegas, budaya kekerasan, dan terabaikannya keselamatan serta keamanan suporter arena pertandingan.

Terkait budaya kekerasan, menurut Drajad, budaya kekerasan masih cukup tinggi di Indonesia. Bahkan ketika sudah masuk dalam sebuah grup atau kelompok maka potensi terjadinya emosi kolektif sangat tinggi. Seseorang sangat mudah terpancing emosinya karena hal-hal kecil yang kemudian menjadi emosi kolektif.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge