0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Laga Persis vs PSS Ricuh

Dandim Solo Sebut Kericuhan Karena Fanatisme Sempit

Komandan Kodim (Dandim) 0735/Solo, Letkol Inf Sumirating Baskoro menjenguk korban kerusuhan pertandingan Persis vs PSS. (Dok.Timlo.net/ Aryo Yusri Atmojo)

Solo — Pertandingan Divisi Utama LPIS antara Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan, Rabu (4/9) kemarin berakhir ricuh. Sedikitnya lima korban luka-luka hingga salah satunya kritis menjadi dampak baku pukul suporter di Stadion Manahan, dalam sweeping terhadap suporter Sleman.

Komandan Kodim (Dandim) 0735/Solo, Letkol Inf Sumirating Baskoro pun menyayangkan aksi anarkis yang ditunjukkan para suporter. Aksi brutal yang dilakukan suporter pun menurut Dandim Solo merupakan bentuk fanatisme yang begitu sempit.

“Saya menyebutnya ini adalah fanatisme yang sempit. Pastilah saya dan semua pihak sangat menyesalkan peristiwa kemarin,” katanya saat menjenguk korban akibat kericuhan suporter di RS Brayat Minulya, Kamis (5/9) siang.

Saat ditanya terkait prosedur dan status pengamanan pertandingan Persis kontra PSS di Manahan, Dandim Sumirating mengaku bahwa wewenang penuh ada padal kepolisian. Unsur aparat TNI menurutnya hanya ikut membantu dalam menjaga keamanan di Kota Solo agar tetap kondusif.

“Saya tidak berwenang berbicara banyak untuk soal itu. Karena keamanan menjadi ranah kepolisian. Keberadaan personel kami di stadion kemarin hanya mem-back up penjagaan keamanan teman-teman polisi,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge